Page 332 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 332
dan t hitung 10,45 > t tabel 2,00), nilai rata-rata ujicoba 3 lebih besar dan
berbeda secara signifikan dengan nilai ujicoba 2 (76,19 > 71,18) dan nilai
ujicoba 3 lebih besar dari ujicoba1 (79,19 > 68,67). Kesimpulannya adalah
bahwa model yang dihipotesiskan terbukti efektif berdasarkan pada
pengujian terbatas.
Dalam ujicoba terbatas (1 SMK) penerapan desain model memperoleh
hasil:
(1) Subtansi isi dan fleksibilitas struktur desain model, termasuk dalam
kategori tinggi
(2) Penerapan desain model memberikan kemudahan guru dalam menyusun
rencana pembelajaran, melaksanakan pernbelajaran, dan evaluasi hasil
pembelajaran
(3) Meningkatkan prestasi siswa secara signifikan.
2) Pengujian yang lebih luas.
Pengujian model yang lebih luas dilakukan pada tugas SMK yaitu SMK A,
SMK B, dan SMK C. dengan desian one group pretest-postest yang dapat
digarnbarkan seperti gambar 16.7 berikut.
01 X O? SMKA 01 Pretes
01 X O2 SMKB O2 Posttest
X Treatment berupa peneraJ
01 X O 2 SMKC model
Gambar 16.7 Ujicoba dengan one group pretest-posies
Setiap SMK dilakukan pengujian selama tiga kali, yaitu ujicoba 4, ujicoba 5
dan ujicoba 6.
a) Pengujian di SMK A.
Data hasil pengujian model pada SMK A dengan jumlah siswa 36,
ditunjukkan pada tabel 16.7 berikut. Berdasarkan tabel 17.7 terlihat bahwa
pengujian dilakukan tiga kali, yaitu ujicoba 4, 5 dan 6. Model dapat
dinyatakan efektif apabila nilai ujicoba ke 5 lebih besar dari ujicoba 4, dan
pengujian 6 lebih besar dari nilai ujicoba 5. Hasil pretest untuk tiga
kelornpok sarna, sehingga yang diuji signifikansinya hanya hasil postest.
318

