Page 337 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 337
4% pada 4% pada layanan
plaksanaan test bimbingan
94,54% pada
penyusunan, 78,80% tidak
pelaksanaan test,
Melaksanakan dan remidial 3,71% pada
evaluasi hasil 5,46% pada 8,14% pelaksanaan penyusunan test
belajar
penyusunan test remidial
13,06% pelaksanaan
test
2) Peningkatan Prestasi Siswa
Pengujian dampak penggunaan model peskriptif dengan learning guide,
menggunakan metode ekperimen quasi (Quasi experimental design), model
Nonequivalent Control Group yang dapat digambarkan seperti gambar 16. 8
berikut. Dalam quasi experiment ini terdapat kelompok ekspermen dan
kontrol, tetapi pengambilan kelompok eksperimen dan kelompok kontroI
tersebut tidak dilakukan secara random. Pengaruh treatment (model
pembelajaran preskriptif) adalah bila nilai 02 lebih besar dari 04 dan
perbedaannya signifikan.
Pretes
01 x 02
Postest
03 04 Treatment berupa
penerapan model
Gambar 16.8 Ujicoba dengan one group pretest-postes
Data hasil validasi ditunjukkan pada tabel 16.12 berikut. Dari tabel terlihat
bahwa, uji validasi dilakukan tiga kali dengan jurnlah sampel masing-masing
105 pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata kelompok
ekperimen 1 = 72,73 dan kelompok kontrol 1 = 66,01, sehingga nilai
kelompok ekperimen Iebih tinggi dari nilai kelompok kontrol. Harga t hitung
= 16,55 dan t tabel = 1,98. Kesimpulannya model pembelajaran preskriptif
dengan learning guide dapat meningkatkan pembelajaran secara signifikan.
Validasi ke 2 dan ke tiga juga menunjukkan demikian, dimana nilai
kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kont:rol yang tidak
mendapat perlakuan dan harga t hitung lebih besar dari harga t tabel.
Kesimpulannya model efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa pada program produktif.
323

