Page 241 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 241

2) Observasi terus terang atau tersamar

            Dalam hal ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan  data menyatakan
            terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.
            Jadi mereka yang diteliti mengetahui  sejak awal sampai akhir tentang
            aktivivitas peneliti. Tetapi dalam suatu saat peneliti juga tidak terus terang
            atau tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data
            yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan.  Kemungkinan  kalau
            dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk
            melakukan observasi.

            3) Observasi tak berstruktur
            Observasi dalam penelitian  kualitatif dilakukan dengan tidak berstruktur,
            karena fokus penelitian  belum jelas. Fokus observasi  akan berkembang
            selama kegiatan observasi berlangsung. Kalau masalah penelitian sudah jelas
            seperti dalam penelitian kuantitatif, maka observasi dapat dilakukan secara
            berstruktur dengan menggunakan pedoman observasi.
                Observasi  tidak terstruktur  adalah observasi yang tidak dipersiapkan
            secara sistematis  ten tang apa yang akan diobservasi.  Hal ini dilakukan
            karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam
            melakukan pengamatan   peneliti tidak menggunakan  instrurnen yang telah
            baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan.
               Dalam suatu pameran produk industri dari berbagai negara misalnya,
            peneliti belum tahu pasti apa yang akan diamati. Oleh karena itu peneliti
            dapat melakukan pengamatan bebas, rnencatat apa yang tertarik, melakukan
            analisis dan kemudian  dibuat kesimpulan.  Atau mungkin  peneliti  akan
            melakukan  penelitian  pada suku terasing yang belurn dikenalnya,  rnaka
            peneliti akan melakukan observasi tidak terstruktur.
            b. Manfaat Observasi

            Menurut   Patton  dalam  Nasution  (1988),  dinyatakan  bahwa  manfaat
            observasi  adalah sebagai berikut.

            1) Dengan observasi di lapangan peneliti akan lebih mampu memahami
                konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, jadi akan dapat diperoleh
                pandangan yang holistik atau menyeluruh.
            2) Dengan observasi maka akan diperoleh pengalaman langsung, sehingga
                memungkinkan   peneliti menggunakan pendekatan  induktif, jadi tidak
                dipengaruhi  oleh konsep  atau pandangan  sebelurnnya.  Pendekatan
                induktif membuka kemungkinan rnelakukan penemuan atau discovery.
            3) Dengan observasi, peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak
                diamati orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu,
                karena telah dianggap "biasa" dan karena itu tidak akan terungkapkan
                dalam wawancara.


                                            228
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246