Page 239 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 239
1. Pengumpulan data dengan Observasi
a. Macam-macam Observasi
Nasution (1988) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu
pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu
fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Data itu
dikumpulkan dan sering dengan bantuan berbagai alat yang sangat canggih,
sehingga benda-benda yang sangat kecil (proton dan elektron) maupun yang
sangat jauh (benda ruang angkasa) dapat diobservasi dengan jelas.
Marshall (1995) menyatakan bahwa "through observation, the
researcher learn about behavior and the meaning attached to those
behavior". Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna
dari perilaku terse but.
Sanafiah Faisal (1990) mengklasifikasikan observasi menjadi
observasi berpartisipasi (participant observation), observasi yang secara
terang-terangan dan tersamar (overt observation dan covert observation),
dan observasi yang tak berstruktur (unstructured observation). Selanjutnya
Spradley, dalam susan Stainback (1988) membagi observasi berpartisipasi
menjadi empat, yaitu pasive participation, moderate participation, active
participation, dan complete participation. Untuk memudahkan pemahaman
tentang bermacam-macam observasi, maka dapat digambarkan seperti
gambar 12.2 berikut.
Observasi
yang pasif
Observasi
yang moderat
Observasi
partisipatif Observasi
yang aktif
Macam- Observasi Observasi
macam terus terang yang lengkap
observasi dan tersamar
Observasi tak
terstruktur
Gambar 12.2 Macam-macam teknik observasi
226

