Page 236 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 236

Dalam penelitian  kualitatif segal a sesuatu yang akan dicari dari
           obyek penelitian belurn jelas dan pasti masalahnya, sumber datanya, hasil
           yang diharapkan semuanya belurn jelas. Rancangan penelitian masih bersifat
           sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian.
           Selain itu dalam memandang realitas, penelitian kualitatif berasumsi bahwa
           realitas  itu bersifat  holistik (menyeluruh),  dinamis, tidak dapat dipisah-
           pisahkan ke dalam variabel-variabel  penelitian.  Kalaupun  dapat dipisah-
           pisahkan,  variabelnya  akan  banyak  sekali.  Dengan  demikian  dalam
           penelitian  kualitatif  ini belum dapat dikembangkan  instrumen  penelitian
           sebelum masalah yang diteliti jelas sarna sekali. Oleh karena itu dalam
           penelitian  kualitatif  "the researcher is the key instrumen".  Jadi peneliti
           adalah merupakan instrumen kunci dalam penelitian kualitatif.
                  Dalam hal instrumen penelitian kualitatif, Lincoln and Guba (1986)
           menyatakan bahwa:

           "The instrument of choice in naturalistic inquiry is the human. We shall see
           that other forms  of instrumentation  may be used in later phases of the
           inquiry, but the human is the initial and continuing mainstay. But if the
           human instrument has been used extensively in earlier stages of inquiry, so
           that an instrument can be constructed that is grounded in the data that the
           human instrument has product"
           Selanjutnya Nasution (1988) menyatakan:

                  "Dalam   penelitian  kualitatif,  tidak ada pilihan  lain daripada
                  menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasannya
                  ialah bahwa, segala sesuatunya  belum mempunyai   bentuk yang
                  pasti. Masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang
                  digunakan, bahkan hasil yang diharapkan, itu semuanya tidak dapat
                  ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih
                  perlu dikembangkan sepanjang penelitian itu. Dalam keadaan yang
                  serba tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan
                  hanya peneliti  itu sendiri sebagai alat satu-satunya  yang dapat
                  mencapainya

           Berdasarkan  dua  pemyataan  tersebut  dapat  difahami  bahwa,  dalam
           penelitian  kualitatif pada awalnya dimana permasalahan  belum jelas dan
           pasti, maka yang menjadi instrumen adalah peneliti sendiri. Tetapi setelah
           masalahnya  yang akan dipelajari jelas, maka dapat dikembangkan  suatu
           instrumen.
                  Dalam  penelitian  kualitatif  instrumen  utamanya  adalah peneliti
           sendiri, namun selanjutnya  setelah fokus penelitian  menjadi jelas, maka
           kemungkinan  akan dikembangkan   instrumen  penelitian  sederhana,  yang
           diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan  dengan data yang


                                           223
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241