Page 232 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 232

sumber  data dengan  pertimbangan  tertentu.  Pertimbangan  tertentu  ini,
            misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu ten tang apa yang kita
            harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan
            peneliti menjelajahi  obyeklsituasi  sosial yang diteliti. Snowball sampling
            adalah  teknik  pengambilan  sampel  sumber  data,  yang pada  awalnya
           jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar. Hal ini dilakukan karena dari
           jumlah sumber data yang sedikit itu tersebut belum mampu memberikan data
            yang memuaskan,  maka mencari orang lain lagi yang dapat digunakan
            sebagai sumber data. Dengan demikian jumlah sampel sumber data akan
            semakin besar, seperti bola salju yang menggelinding,  lama-lama menjadi
            besar.
                   Lincoln  dan Guba (1985) mengemukakan     bahwa  "Naturalistic
            sampling is, then, very different from conventional sampling. It is based on
            informational,  not statistical,  considerations.  Its purpose  is to maximize
            information,  not to facilitate  generalization".  Penentuan  sampel dalam
            penelitian kualitatif (naturalistik) sangat berbeda dengan penentuan sampel
            dalam  penelitian  konvensional  (kuantitatif).  Penentuan  sampel  dalam
            penelitian  kualitatif  tidak didasarkan  perhitungan  statistik. Sampel yang
            dipilih berfungsi  untuk mendapatkan  informasi yang maksimum,  bukan
            untuk digeneralisasikan.
                   Oleh karena itu, menurut Lincoln dan Guba (1985), dalam penelitian
           naturalistik spesifikasi sampel tidak dapat ditentukan sebelurnnya. Ciri-ciri
           khusus sampel purposive, yaitu 1) Emergent sampling designlsementara  2)
           Serial selection of sample unitslmenggelinding  seperti bola salju (snowball)
            3) Continuous adjustment or 'focusing' of the sampZe/disesuaikan  dengan
            kebutuhan 4) Selection  to the point of redundancyldipilih  sampai jenuh
            (Lincoln dan Guba, 1985).
                   Jadi, penentuan  sampel dalam penelitian kualitatif dilakukan saat
           peneliti  mulai  memasuki  lapangan  dan selama  penelitian  berlangsung
           (emergent sampling design). Caranya yaitu, peneliti memilih orang tertentu
           yang dipertimbangkan  akan memberikan data yang diperlukan; selanjutnya
           berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dad sampel sebelumnya itu,
           peneliti  dapat menetapkan  sampel lainnya yang dipertimbangkan  akan
           memberikan data lebih lengkap. Praktek seperti inilah yang disebut sebagai
           "serial selection of sample units" (Lincoln dan Guba, 1985), atau dalam
           kata-kata  Bogdan  dan Biklen  (1982)  dinamakan  "snowball  sampling
           technique".  Unit sampel yang dipilih makin lama makin terarah sejalan
           dengan makin terarahnya fokus penelitian,  Proses ini dinamakan Bodan dan
           Biklen (1982) sebagai "continuous adjustment of focusing'  of the sample".
                   Dalam proses penentuan sampel seperti dijelaskan di atas, berapa
           besar sampel tidak dapat ditentukan sebelumnya. Seperti telah dikutip di
           atas, dalam sampel purposive besar sampel ditentukan oleh pertimbangan


                                            219
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237