Page 246 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 246

a. Macam-macam        Interview/wawancara
          Esterberg  (2002)  mengemukakan  beberapa  macam   wawancara,   yaitu
          wawancara terstruktur, semiterstruktur, dan tidak terstruktur.
          1) Wawancara terstruktur (Structured interview)
          Wawancara  terstruktur  digunakan sebagai teknik pengumpulan  data, bila
          peneliti  atau pengumpul  data telah mengetahui  dengan  pasti  tentang
          informasi  apa yang akan diperoleh.  Oleh karena itu dalam melakukan
          wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa
          pertanyaan-pertanyaan  tertulis  yang  alternatif  jawabannya  pun  telah
          disiapkan.  Dengan  wawancara  terstruktur  ini setiap  responden  diberi
          pertanyaan  yang  sama,  dan  pengumpul   data  mencatatnya.  Dengan
          wawancara  terstruktur  ini pula, pengurnpulan  data dapat rnenggunakan
          beberapa   pewawancara   sebagai  pengumpul    data.  Supaya   setiap
          pewawancara mernpunyai ketrampilan yang sarna, maka diperlukan training
          kepada calon pewawancara.
                 Dalam melakukan   wawancara,  selain harus membawa  instrurnen
          sebagai pedornan  untuk wawancara,  rnaka pengumpul  data juga dapat
          menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material
          lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar. Peneliti
          bidang  pembangunan  misalnya,  bila akan melakukan  penelitian  untuk
          mengetahui respon masyarakat terhadap berbagai pembangunan yang telah
          diarahkan  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat,  maka  perlu
          membawa foto-foto atau brosur tentang berbagai jenis pembangunan  yang
          telah dilakukan. Misalnya pernbangunan gedung sekolah, Bendungan untuk
          pengairan sawah-sawah, pembangunan pembangkit tenaga listrik dan lain-
          lain.
          2) Wawancara Semiterstruktur (Semistructure Interview)
          Jenis wawancara ini sudah terrnasuk dalam kategori in-dept interview, di
          mana   dalam  pelaksanaannya  lebih  bebas  bila  dibandingkan  dengan
          wawancara  terstruktur.  Tujuan  dari wawancara  jenis  ini adalah untuk
          menemukan permasalahan   secara lebih terbuka, di mana fihak yang diajak
          wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam rnelakukan wawancara,
          peneliti  perlu  mendengarkan  secara  teliti  dan  mencatat  apa  yang
          dikemukakan oleh informan.
          3) Wawancara tak berstruktur (unstructured interview)

          Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas di mana peneliti
          tidak  menggunakan  pedoman   wawancara  yang  telah  tersusun  secara
          sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara




                                          233
   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251