Page 248 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 248

Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. Bias
           adalah menyimpang dari yang seharusnya, sehingga dapat dinyatakan data
           tersebut subyektif dan tidak akurat. Kebiasaan data ini akan tergantung pada
           pewawancara,  yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada
           saat wawancara. Pewawancara yang tidak dalam posisi netral, misalnya ada
           maksud tertentu, diberi sponsor akan memberikan  interpretasi  data yang
           berbeda dengan apa yang disampaikan  oleh responden.  Responden  akan
           memberi data yang bias, bila responden tidak dapat menangkap dengan jelas
           apa yang ditanyakan peneliti atau pewawancara.  Oleh karena itu peneliti
           jangan  memberi  pertanyaan  yang bias. Selanjutnya  situasi dan kondisi
           seperti yang juga telah dikemukakan di atas, sangat mempengaruhi  proses
           wawancara, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi validitas data.
           b. Langkah-Iangkah     wawancara
           Lincoln and Guba dalam Sanapiah Faisal, mengemukakan ada tujuh langkah
           dalam penggunaan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian
           kualitatif, yaitu
           1) menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan
           2) menyiapkan    pokok-pokok   masalah  yang   akan  menjadi   bahan
              pembicaraan
           3) mengawali atau membuka alur wawancara
           4) melangsungkan alur wawancara
           5) mengkonfirmasikan  ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
           6) Menuliskan hasil wawancara ke dalam cacatan lapangan
           7) Mengidentifikasi  tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh

           c. Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara.
           Patton dalam Molleong (2002) mengolongkan enam jenis pertanyaan yang
           saling berkaitan yaitu:

           1) Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman
           Pertanyaan  ini digunakan  untuk mengungkapkan  pengalaman  yang telah
           dial ami oleh informan atau subyek yang diteliti dalam hidupnya, baik dalam
           kehidupan  pada  waktu  masih   kanak-kanak,  selama  di  sekoIah,  di
           masyarakat,  di tempat  kerja dan lain-lain.  Hasil dari wawancara  ini,
           selanjutnya peneliti dapat mengkonstruksi profil kehidupan seseorang sejak
           lahir sampai akhir hayatnya. Contoh: bagaimana pengalaman bapak selama
           menjabat lurah di sini?

           2) Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
           Ada kalanya peneliti ingin rninta pendapat kepada informan terhadap data
           yang diperoleh dari sumber tertentu. Oleh karena itu peneliti perianyaan


                                           235
   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253