Page 247 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 247

yang digunakan  hanya berupa garis-garis besar permasalahan  yang akan
           ditanyakan.
                  Wawancara tidak terstruktur atau terbuka, sering digunakan dalam
           penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian yang lebih mendalam
           tentang subyek yang diteLiti. Pad a penelitian pendahuluan, peneliti berusaha
           mendapatkan  informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan  yang
           ada  pada  obyek,  sehingga  peneliti  dapat  menentukan  secara  pasti
           permasalahan  atau variabel apa yang harus diteliti. Untuk mendapatkan
           gambaran permasalahan yang lebih lengkap, maka peneliti perlu melakukan
           wawancara kepada fihak-fihak yang mewakili berbagai tingkatan yang ada
           dalam obyek. Misalnya   akan melakukan  penelitian  tentang  iklim kerja
           perusahaan,  maka dapat dilakukan  wawancara  dengan  pekerja  tingkat
           bawah, supervisor, dan manajer.
                   Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang responden,
           maka   peneliti  dapat  juga  menggunakan  wawancara  tidak  terstruktur.
           Misalnya  seseorang yang dicurigai sebagai penjahat, maka peneliti akan
           melakukan wawancara tidak terstruktur secara mendalam, sampai diperoleh
           keterangan bahwa orang terse but penjahat atau bukan.
                   Dalam  wawancara  tidak terstruktur,  peneliti  belum mengetahui
           secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak
           mendengarkan apa yang diceriterakan oleh responden. Berdasarkan analisis
           terhadap  setiap jawaban  dari responden  tersebut,  maka peneliti  dapat
           mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada suatu
           tujuan. Dalam melakukan   wawancara  peneliti dapat menggunakan  cara
           "berputar-putar  baru  menukik"  artinya  pada  awal  wawancara,  yang
           dibicarakan adalah hal-hal yang tidak terkait dengan tujuan, dan bila sudah
           terbuka kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang menjadi tujuan, maka
           segera ditanyakan.
                  Wawancara baik yang dilakukan dengan face to face maupun yang
           menggunakan   pesawat  telepon, akan selalu terjadi kontak pribadi, oleh
           karena itu pewawancara perlu memahami situasi dan kondisi sehingga dapat
           memilih waktu yang tepat kapan dan di mana harus melakukan wawancara.
           Pad a saat responden  sedang sibuk bekerja, sedang mempunyai  masalah
           berat, sedang mulai istirahat, sedang tidak sehat, atau sedang marah, maka
           harus hati-hati dalam melakukan wawancara. Kalau dipaksakan wawancara
           dalam kondisi seperti itu, maka akan menghasilkan data yang tidak valid dan
           akurat.
           Bila responden yang akan diwawancarai  telah ditentukan orangnya, maka
           sebaiknya  sebelum  melakukan  wawancara,  pewawancara  minta  waktu
           terlebih dulu, kapan dan dimana bisa melakukan wawancara. Dengan cara
           ini, maka suasana wawancara akan lebih baik, sehingga data yang diperoleh
           akan lebih lengkap dan valid.

                                            234
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252