Page 158 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 158

C. Observasi

          Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik
          bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner.
          Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka
          observasi tidak terbatas pad a orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain.
             Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu
          proses yang kompleks,  suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses
          biologis dan psikhologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses
          pengamatan dan ingatan.
             Teknik pengumpulan   data dengan observasi digunakan bila, penelitian
          berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gej ala-gej ala alam dan bila
          responden yang diamati tidak terlalu besar.
             Dari  segi proses  pelaksanaan  pengumpulan  data,  observasi  dapat
          dibedakan menjadi participant  observation (observasi berperan serta) dan
          non participant  observation,  selanjutnya  dari segi instrumentasi  yang
          digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur
          dan tidak terstruktur.
          1. Observasi Berperan serta (Participant observation)

             Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang
          yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
          Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan
          oleh sumber data, dan ikut merasakan  suka dukanya. Dengan observasi
          partisipan  ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan
          sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.

             Dalam suatu perusahaan atau organisasi pemerintah misalnya, peneliti
          dapat berperan sebagai karyawan, ia dapat mengamati bagaimana perilaku
          karyawan  dalam   bekerja,  bagaimana  semangat  kerjanya,  bagaimana
          hubungan satu karyawan dengan karyawan lain, hubungan karyawan dengan
          supervisor dan pimpinan, keluhan dalam melaksanakan pekerjaan dan lain-
          lain

          2. Observasi Nonpartisipan
             Kalau dalam observasi   partisipan  peneliti  terlibat  langsung  dengan
          aktivitas  orang-orang  yang  sedang  diamati,  maka  dalam  observasi
          nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.
          Misalnya  dalam suatu Tempat Pemungutan   Suara (TPS), peneliti dapat
          mengamati  bagaimana  perilaku masyarakat  dalam hal mengunakan  hak
          pilihnya, dalam interaksi dengan panitia dan pemilih yang lain. Peneliti
          mencatat, menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang
          perilaku masyarakat  dalam pemilihan umum. Pengumpulan   data dengan


                                           145
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163