Page 154 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 154

apa yang harus diteliti. Untuk mendapatkan gambaran permasalahan  yang
           lebih lengkap, maka peneliti perlu melakukan wawancara kepada fihak-fihak
           yang mewakili berbagai tingkatan yang ada dalam obyek. Misalnya akan
           melakukan penelitian tentang iklim kerja perusahaan, maka dapat dilakukan
           wawancara dengan pekerja tingkat bawah, supervisor, dan manajer.
                 Untuk mendapatkan  informasi yang lebih dalam tentang responden,
            maka  peneliti  dapat  juga  menggunakan  wawancara  tidak  terstruktur.
           Misalnya seseorang  yang dicurigai sebagai penjahat, maka peneliti akan
            melakukan wawancara tidak terstruktur secara mendalam, sampai diperoleh
            keterangan bahwa orang tersebut penjahat atau bukan.
                 Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara
           pasti  data  apa yang  akan diperoleh,  sehingga  peneliti  lebih  banyak
           mendengarkan apa yang diceriterakan oleh responden. Berdasarkan analisis
           terhadap  setiap jawaban  dari responden  terse but, maka peneliti  dapat
            mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada suatu
           tujuan. Dalam melakukan   wawancara  peneliti dapat menggunakan  cara
            "berputar-putar  baru  menukik"  artinya  pada  awal  wawancara,  yang
           dibicarakan adalah hal-hal yang tidak terkait dengan tujuan, dan bila sudah
            terbuka kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang menjadi tujuan, maka
            segera ditanyakan.
                 Wawancara   baik yang dilakukan dengan face to face maupun yang
            menggunakan  pesawat  telepon, akan selalu terjadi kontak pribadi, oleh
            karena itu pewawancara perlu memahami situasi dan kondisi sehingga dapat
            memilih waktu yang tepat kapan dan di mana harus melakukan wawancara.
           Pada saat responden  sedang sibuk bekerja, sedang mempunyai   masalah
            berat, sedang mulai istirahat, sedang tidak sehat, atau sedang marah, maka
            harus hati-hati dalam melakukan wawancara. Kalau dipaksakan wawancara
           dalam kondisi seperti itu, maka akan menghasilkan data yang tidak valid dan
            akurat.
                 Bila responden yang akan diwawancarai  telah ditentukan orangnya,
           maka sebaiknya sebelum melakukan wawancara, pewawancara rninta waktu
           terlebih dulu, kapan dan dimana bisa melakukan wawancara. Dengan cara
           ini, maka suasana wawancara akan lebih baik, sehingga data yang diperoleh
           akan lebih lengkap dan valid.

                 Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. Bias
           adalah menyimpang dari yang seharusnya, sehingga dapat dinyatakan data
           tersebut subyektif dan tidak akurat. Kebiasaan data ini akan tergantung pada
           pewawancara,  yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada
           saat wawancara. Pewawancara yang tidak dalam posisi netral, rnisalnya ada
           maksud tertentu, diberi sponsor akan memberikan  interpretasi  data yang
           berbeda dengan apa yang disampaikan   oleh responden.  Responden  akan
           memberi data yang bias, bila responden tidak dapat menangkap dengan jelas

                                            141
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159