Page 155 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 155

apa yang ditanyakan peneliti atau pewawancara.  Oleh karena itu peneliti
            jangan  memberi  pertanyaan  yang bias. Selanjutnya  situasi dan kondisi
            seperti yang juga telah dikemukakan di atas, sangat mempengaruhi  proses
            wawancara, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi validitas data.

            B. Kuesioner (Angket)
            Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
            memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden
            untuk dijawabnya.  Kuesioner  merupakan teknik pengumpulan  data yang
            efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa
            yang bisa diharapkan  dari responden.  Selain itu, kuesioner juga cocok
            digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang
            luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaanlpernyataan  tertutup atau terbuka,
            dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos,
            atau internet.

                Bila penelitian dilakukan pada lingkup yang tidak terlalu luas, sehingga
            kuesioner dapat diantarkan langsung dalam waktu tidak terlalu lama, maka
            pengiriman  angket kepada responden  tidak perlu melalui  pos. Dengan
            adanya kontak langsung antara peneliti dengan responden akan menciptakan
            suatu kondisi yang cukup baik, sehingga responden dengan sukarela akan
            memberikan data obyektif dan cepat.

                Uma Sekaran (1992) mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan
            angket  sebagai  teknik  pengumpulan ~ data  yaitu:  prinsip  penulisan,
            pengukuran dan penampilan fisiko
            1. Prinsip Penulisan Angket:
            Prinsip ini menyangkut  beberapa faktor yaitu: isi dan tujuan pertanyaan,
            bahasa yang digunakan mudah, pertanyaan tertutup terbuka-negatif  positif,
            pertanyaan  tidak mendua,  tidak menanyakan  hal-hal yang sudah lupa,
            pertanyaan tidak mengarahkan, panjang pertanyaan, dan urutan pertanyaan
            a. Isi dan tujuan Pertanyaan
                   Yang dimaksud    di sini adalah, apakah isi pertanyaan  tersebut
            merupakan bentuk pengukuran atau bukan? Kalau berbentuk pengukuran,
            maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus skala
            pengukuran dan jumlah iternnya mencukupi untuk mengukur variabel yang
            diteliti
            h. Bahasa yang digunakan

                   Bahasa yang digunakan dalam penulisan kuesioner (angket) harus
            disesuaikan  dengan  kemampuan  berbahasa  responden.  Kalau sekiranya
            responden  tidak dapat berbahasa Indonesia, maka angket jangan disusun
            dengan bahasa Indonesia. Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus

                                             142
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160