Page 163 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 163
Penggunaan statistik parametris dan nonparametris tergantung pada
asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris memerlukan
terpenuhi ban yak asumsi. Asumsi yang utama adalah data yang akan
dianalisis harus berdistribusi normal. Selanjutnya dalam penggunaan salah
satu test mengharuskan data dua kelompok atau lebih yang diuji harus
homogen, dalam regresi harus terpenuhi asumsi linieritas. Statistik
nonparametris tidak menuntut terpenuhi ban yak asumsi, rnisalnya data yang
akan dianalisis tidak harus berdistribusi normal. Oleh karena itu statistik
nonparametris sering disebut "distribution free"(bebas distribusi). Statistik
parametris mempunyai kekuatan yang lebih daripada statistik nonparametris,
bila asumsi yang melandasi dapat terpenuhi. Seperti dinyatakan oleh Emory
(1985) bahwa "The parametric test are more powerful are generally the
tests of choice if their use assumptions are reasonably met". Selanjutnya
Phophan (1973) menyatakan ",.. parametric procedures are often markedly
more powerful than their nonparametric counterparts ".
Penggunaan kedua statistik tersebut juga tergantung pada jenis data
yang dianalisis. Statistik parametris kebanyakan digunakan untuk
menganalisis data interval dan rasio, sedangkan statistik nonparametris
kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal, ordinal. Pada tabel
8.1 berikut ditunjukkan penggunaan statistik parametris dan nonparametris
untuk analisis data khususnya untuk pengujian hipotesis. Dalam tabel terlihat
bahwa statistik parametris digunakan untuk menganalisis data interval dan
rasio. dan nonparametris untuk data nominal dan ordinal. Jadi untuk menguji
hipotesis dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan statistik, ada dua
hal utama yang harus diperhatikan, yaitu macam data dan bentuk hipotesis
yang diajukan.
1. Macam data
Macam-macam data penelitian telah diberikan pada bab I, yaitu: data
nominal, ordinal, interval atau ratio.
2. Bentuk Hipotesis
Bentuk hipotesis ada tiga yaitu: hipotesis deskriptif, komparatif, dan
assosiatif. Dalam hipotesis komparatif, dibedakan menjadi dua, yaitu
komparatif untuk dua sampel dan lebih dari dua sampel.
Hipotesis deskriptif yang akan diuji dengan statistik parametris
merupakan dugaan terhadap nilai dalam satu sampel (unit sampel),
dibandingkan dengan standar, sedangkan hipotesis deskriptif yang akan diuji
dengan statistik nonparametris merupakan dugaan ada tidaknya perbedaan
secara signifikan nilai antar kelompok dalam satu sampel. Hipotesis
komparatif merupakan dugaan ada tidaknya perbedaan secara signifikan
nilai-nilai dua kelompok atau lebih. Hipotesis assosiatif, adalah dugaan
150

