Page 162 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 162

kebenaran  (kepercayaan)  yang dinyatakan dalam bentuk prosentase.  Bila
           peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaan 95%, bila peluang kesalahan
           1%, maka taraf kepercayaannya  99%. Peluang kesalahan dan kepercayaan
           ini disebut dengan tara! signifikansi. Pengujian taraf signifikansi dari hasil
           suatu analisis akan lebih praktis bila didasarkan pada tabel sesuai teknik
           analisis yang digunakan.  Misalnya  uji t akan digunakan  tabel t, uji F
           digunakan  tabel  F. Pada  setiap  tabel  sudah  disediakan  untuk  taraf
           signifikansi berapa persen suatu hasil analisis dapat digeneralisasikan.  Dapat
           diberikan contoh misalnya dari hasil analisis korelasi ditemukan koefisien
           korelasi 0,54 dan untuk signifikansi untuk 5%. Hal itu berarti hubungan
           variabel sebesar 0,54 itu dapat berlaku pada 95 dari 100 sampel yang diambil
           dari suatu populasi. Contoh lain misalnya dalam analisis uji beda ditemukan
           signifikansi untuk 1%. Hal ini berarti perbedaan itu berlaku pada 99 dari 100
           sampel yang diambil dari populasi. Iadi signifikansi  adalah kemampuan
           untuk digeneralisasikan  dengan kesalahan tertentu. Ada hubungan
           signifikan berarti hubungan itu dapat digeneralisasikan. Ada perbedaan
           signifikan berarti perbedaan itu dapat digeneralisasikan. Yang belum
           faham tentang statistik, signifikan sering diartikan dengan bermakna, tidak
           dapat diabaikan, nyata, berarti. Pengertian terse but tidak operasional  dan
           malah membingungkan.

           B. Statistik Parametris dan Nonparametris
           Statistik inferensial terdapat statistik parametris dan nonparametris.  Statistik
           parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik,
           atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. (pengertian statistik di
           sini adalah data yang diperoleh  dari sampel).  Parameter  populasi  itu
           meliputi: rata-rata dengan notasi  ).t (mu), simpangan baku  0- (sigma), dan
                   2
           varians  0- . Sedangkan statistiknya adalah meliputi: rata-rata X (X bar),
           simpangan baku s, dan varians  S2. Jadi parameter populasi yang berupa  ).t
                                                               2
           diuji melalui X garis, selanjutnya c diuji melalui s, dan 0- diuji melalui S2.
           Dalam statistik, pengujian parameter melalui statistik (data sampel) tersebut
           dinamakan  uji  hipotesis  statistik.  Oleh  karena  itu  penelitian  yang
           berhipotesis  statistik adalah penelitian yang menggunakan  sampel. Dalam
           statistik hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol, karena tidak dikehendaki
           adanya  perbedaan  antara  parameter  populasi  dan statistik  (data yang
           diperoleh dari sampel). Sebagai contoh nilai suatu pelajaran 1000 mahasiswa
           rata-ratanya 7,5. Selanjutnya misalnya, dari 1000 orang itu diambil sampel
           50 orang, dan nilai rata-rata dari sampel 50 mahasiswa itu 7,5. Hal ini berarti
           tidak acta perbedaan  antara parameter (data populasi)  dan statistik (data
           sampel).  Hanya  dalam  kenyataannya  nilai parameter  jarang  diketahui.
           Statistik nonparametris  tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji
           distribusi.


                                           149
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167