Page 167 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 167

C. Judul Penelitian dan Statistik yang digunakan untuk
               Analisis
            Berikut ini diberikan beberapa contoh judul penelitian, bentuk paradigma,
            rumusan masalah, hipotesis dan teknik statistik yang akan digunakan untuk
            pengujian hipotesis.

            1. Contoh 1
            a. Ludul penelitian
                PENGARUH KECERDASAN         EMOTIONAL     TERHADAP     PRESTASI
                PEGAWAIDI    PEMERINTAH PROPINSI MADUKARA
            b. Bentuk paradigmanya adalah seperti berikut:

                                       x = Kecerdasan Emosional
                                       Y = Prestasi kerja pegawai

            Berdasarkan paradigma tersebut terlihat bahwa, untuk judul penelitian yang
            terdiri atas satu variabel  independen  dan satu dependen,  terdapat  dua
            rumusan masalah deskriptif, dan satu masalah assosiatif. Dengan dernikian
            juga terdapat dua hipotesis deskriptif dan satu hipotesis assosiatif.  (Bila
            terdapat kesulitan dalam merumuskan hipotesis deskriptif, maka hipotesis itu
            tidak perlu dirumuskan, tetapi rumusan masalahnya saja yang harus dijawab
            dengan perhitungan statistik). Dua hipotesis deskriptif diuji dengan statistik
            yang sarna.
               Teknik statistik yang ada pada tabel 8.1 belum lengkap, terutama teknik
            statistik yang digunakan untuk mencari pengaruh (varians) variabel tertentu
            terhadap (varians) variabel lain. Untuk mencari pengaruh varians variabel
            dapat digunakan  teknik statistik dengan menghitung  besarnya  koefisien
            determinasi.  Koefisien  deterrninasi  dihitung  dengan  mengkuadratkan
            koefisien korelasi yang telah ditemukan, dan selanjutnya dikalikan dengan
            100%. Koefisien deterrninasi (penentu) dinyatakan dalam persen. Jadi untuk
            contoh no. 1 di atas, besamya  pengaruh kecerdasan  emotional  terhadap
            prestasi  pegawai pertama-tama  dihitung koefisien  korelasinya.  Misalnya
            ditemukan  korelasi  positif  dan signifikan  antara kecerdasan  emotional
            dengan  prestasi  kerja pegawai  sebesar  0,70; hal itu berarti  koefisien
                                2
            determinasinya = 0,70 = 0,49. Jadi dapat disimpulkan bahwa varians yang
            terjadi pada variabel prestasi kerja pegawai 49% dapat dijelaskan melalui
            varians yang terjadi pada variabel kecerdasan emotional pegawai. Atau dapat
            dinyatakan  bahwa   pengaruh  kecerdasan  emosional  terhadap  tinggi
            rendahnya prestasi kerja pegawai sarna dengan 49%, sedangkan sisanya 51 %
            ditentukan oIeh faktor diluar variabel kecerdasan emosional, misalnya IQ,
            kedisiplinan, dan lain-lain. Korelasi positif dan signifikan antara kecerdasan


                                            154
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172