Page 138 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 138
Instrumen yang harus mempunyai validitas isi (content validity) adalah
instrumen yang berbentuk test yang sering digunakan untuk mengukur
prestasi belajar (achievement) dan mengukur efektivitas pelaksanaan
program dan tujuan. Untuk menyusun instrumen prestasi belajar yang
mempunyai validitas isi (content validity), maka instrumen harus disusun
berdasarkan materi pelajaran yang telah diajarkan. Sedangkan instrumen
yang digunakan untuk mengetahui pelaksanaan program, maka instrumen
disusun berdasarkan program yang telah direncanakan. Selanjutnya
instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat tercapainya tujuan
(efektivitas) maka instrumen harus disusun berdasarkan tujuan yang telah
dirumuskan.
F. Pengujian Validitas dan reliabilitas Instrumen
Berikut ini dikemukakan cara pengujian validitas dan reliabilitas instrumen
yang akan digunakan untuk penelitian.
1. Pengujian Validitas Instrumen
a. Pengujian Validitas Konstruksi (Construct Validity)
Untuk menguji validitas konstruksi, dapat digunakan pendapat dari ahli
(judgment experts). Dalam hal ini setelah instrumen dikonstruksi tentang
aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka
selanjutnya dikonsuItasikan dengan ahli. Para ahli diminta pendapatnya
tentang instrumen yang telah disusun itu. Mungkin para ahli akan memberi
keputusan: instrumen dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan, dan
mungkin dirombak total. Jumlah tenaga ahli yang digunakan minimal tiga
orang dan umurnnya mereka yang telah bergelar doktor sesuai dengan
lingkup yang diteliti.
Setelah pengujian konstruksi dari ahli dan berdasarkan pengalaman
empiris di lapangan selesai, maka diteruskan dengan uji coba instrumen.
Instrumen tersebut dicobakan pada sampel dari mana populasi diambil.
(pengujian pengalaman empiris ditunjukkan pada pengujian validitas
external) Jumlah anggota sampel yang digunakan sekitar 30 orang. Setelah
data ditabulasikan, maka pengujian validitas konstruksi dilakukan dengan
analisis faktor, yaitu dengan mengkorelasikan antar skor item instrumen
dalam suatu faktor, dan mengkorelasikan skor faktor dengan skor total.
Berikut ini diberikan contoh analisis faktor untuk menguji construct validity.
Misalnya akan dilakukan pengujian construct validity melalui analisis
faktor terhadap instrumen untuk mengukur prestasi kerja pegawai. Jadi
dalam hal ini variabel penelitiannya adalah prestasi kerja. Berdasarkan teori
dan hasil konsultasi ahli, indikator prestasi kerja pegawai meliputi dua faktor
yaitu: kualitas hasil kerja dan kecepatan kerja. Selanjutnya indikator (faktor)
kecepatan kerja dikembangkan menjadi tiga pertanyaan, dan kualitas hasil
125

