Page 135 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 135
Dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel dalam
pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan
reliabel. Jadi instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak
untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Hal ini tidak
berarti bahwa dengan menggunakan instrumen yang telah teruji validitas dan
reliabilitasnya, otomatis hasiI (data) penelitian menjadi valid dan reliabel.
Hal ini masih akan dipengaruhi oleh kondisi obyek yang diteliti, dan
kemampuan orang yang menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data.
Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan obyek yang diteliti dan
meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrumen untuk mengukur
variabel yang diteliti.
Instrumen-instrumen dalam ilmu alam, misalnya meteran, thermometer,
timbangan, biasanya telah diakui validitasnya dan reliabilitasnya (kecuali
instrumen yang sudah rusak dan palsu). Instrumen-instrumen itu dapat
dipercaya validitas dan reliabilitasnya karena sebelum instrumen itu
digunakanldikeluarkan dari pabrik telah diuji validitas dan
reliabilitasnya/ditera.
Instrumen-instrumen dalam ilmu sosial sudah ada yang baku (standard),
karena telah teruji validitas dan reliabilitasnya, tetapi ban yak juga yang
belum baku bahkan belum ada. Untuk itu maka peneliti harus mampu
menyusun sendiri instrumen pada setiap penelitian dan menguji validitas dan
reliabilitasnya. Instrumen yang tidak teruji validitas dan reliabilitasnya bila
digunakan untuk penelitian akan menghasilkan data yang sulit dipercaya
kebenarannya.
Instrumen yang reliabel belum tentu valid. Meteran yang putus dibagian
ujungnya, bila digunakan berkali-kali akan menghasilkan data yang sarna
(reliabel) tetapi selalu tidak valid. Hal ini disebabkan karena instrumen
(meteran) tersebut rusak. Penjual jamu berbicara di mana-mana kalau
obatnya manjur (reliabeJ) tetapi selalu tidak valid, karena kenyataannya
jamunya tidak manjur. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk
pengujian validitas instrumen. Oleh karena itu walaupun instrumen yang
valid umumnya pasti reliabel, tetapi pengujian reliabilitas instrumen perlu
dilakukan.
Pada dasarnya terdapat dua macam instrumen, yaitu instrumen yang
berbentuk test untuk mengukur prestasi belajar dan instrumen yang nontest
untuk mengukur sikap. Instrumen yang berupa test jawabannya adalah
"salah atau benar", sedangkan instrumen sikap jawabannya tidak ada yang
"salah atau benar" tetapi bersifat "positif dan negatif". Skema tentang
instrumen yang baik dan cara pengujiannya ditunjukkan pada gambar 6.1 di
halaman berikut.
Pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa instrumen yang baik, (yang
berupa test maupun nontest) harus valid dan reliabel. Instrumen yang valid
122

