Page 142 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 142

signifikan antara kelompok skor tinggi (Xi) dan kelompok rendah (Xz). Hal
             ini dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut valid.
                    Pengujian  validitas dengan uji beda ini didasarkan asumsi bahwa
             kelompok responden yang digunakan sebagai uji coba berdistribusi normal.
             Dengan demikian kelompok skor tinggi dan rendah harus berbeda secara
             signifikan, sesuai dengan bentuk kurva normal.
             h. Pengujian Validitas Isi (Content Validity)
             Untuk instrumen yang berbentuk test, pengujian validitas isi dapat dilakukan
             dengan membandingkan   antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang
             telah diajarkan. Seorang dosen yang memberi ujian di luar pelajaran yang
             telah ditetapkan, berarti instrumen ujian tersebut tidak mempunyai validitas
             isi. Untuk instrumen yang akan mengukur efektivitas pelaksanaan program,
             maka pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan  antara
             isi instrumen dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan.
                    Secara teknis pengujian validitas konstruksi dan validitas isi dapat
             dibantu   dengan   menggunakan    kisi-kisi  instrumen,  atau  matrik
             pengembangan  instrumen. Dalam kisi-kisi itu terdapat variabel yang diteliti,
             indikator  sebagai  tolok ukur dan nomor butir (item) pertanyaan  atau
             pernyataan yang telah dijabarkan dari indikator. Dengan kisi-kisi instrumen
             itu maka pengujian validitas dapat dilakukan dengan mudah dan sistematis.
             Pada setiap instrumen baik test maupun nontest terdapat butir-butir (item)
             pertanyaan atau pernyataan. Untuk menguji validitas butir-butir instrumen
             lebih lanjut, maka setelah dikonsultasikan  dengan ahli, maka selanjutnya
             diujicobakan,  dan dianalisis  dengan analisis item atau uji beda (seperti
             contoh di atas). Analisis item dilakukan dengan menghitung korelasi antara
             skor butir instrumen  dengan skor total dan uji bed a dilakukan  dengan
             menguji signifikansi perbedaan antara 27% skor kelompok atas dan 27%
             skor kelompok bawah.
             c. Pengujian Validitas Eksternal
             Validitas  eksternal  instrumen  diuji dengan cara membandingkan  (untuk
             mencari kesamaan) antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-
             fakta empiris yang terjadi di lapangan. Misalnya instrumen untuk mengukur
             kinerja  sekelompok  pegawai,  maka kriteria  kinerja pada instrumen  itu
             dibandingkan  dengan catatan-catatan  di lapangan (empiris) tentang kinerja
             pegawai  yang baik. Bila telah terdapat kesamaan  antara kriteria dalam
             instrumen  dengan fakta di lapangan,  maka dapat dinyatakan  instrumen
             tersebut mempunyai validitas eksternal yang tinggi.
                    Instrumen  penelitian  yang mempunyai  validitas  eksternal  yang
             tinggi akan mengakibatkan  hasil penelitian mempunyai validitas eksternal
             yang tinggi  pula.  Penelitian  mempunyai  validitas  eksternal  bila  hasil


                                             129
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147