Page 143 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 143
penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada sampel lain dalam
populasi yang diteliti. Untuk meningkatkan validitas eksternal penelitian
selain meningkatkan validitas eksternal instrumen, rnaka dapat dilakukan
dengan memperbesar jurnlah sarnpel.
2. Pengujian Reliabilitas Instrumen
Pengujian reliabilitas instrurnen dapat dilakukan secara eksternal maupun
internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest
(stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas
instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada
pada instrumen dengan teknik tertentu.
a. Test-retest
Instrumen penelitian yang reliabilitasnya diuji dengan test-retest dilakukan
dengan cara mencobakan instrumen beberapa kali pada responden. Jadi
dalam hal ini instrumennya sama, respondennya sama, dan waktunya yang
berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertarna
dengan yang berikutnya. Bila koefisien korelasi positif dan signifikan maka
instrumen tersebut sudah dinyatakan reliabel. Pengujian cara ini sering juga
disebut stability.
b. Ekuivalen
Instrumen yang ekuivalen adalah pertanyaan yang secara bahasa berbeda,
tetapi rnaksudnya sarna. Sebagai contoh (untuk satu butir saja); Berapa tahun
pengalarnan kerja anda di lembaga ini? Pertanyaan tersebut dapat ekuivalen
dengan pertanyaan berikut. Tahun berapa anda mulai bekerja di lernbaga ini?
Pengujian reliabilitas instrumen dengan cara ini cukup dilakukan
sekali, tetapi instrumennya dua, pada responden yang sama, waktu sama,
instrumen berbeda. Reliabilitas instrumen dihitung dengan cara
mengkorelasikan antara data instrurnen yang satu dengan data instrumen
yang dijadikan equivalent. Bila korelasi positif dan signifikan, rnaka
instrumen dapat dinyatakan reliabel.
c. Gabungan
Pengujian reliabilitas ini dilakukan dengan cara mencobakan dua instrumen
yang equivalent itu beberapa kali, ke responden yang sarna. Jadi cara ini
merupakan gabungan pertama dan kedua. Reliabilitas instrumen dilakukan
dengan mengkorelasikan dua instrurnen, setelah itu dikorelasikan pada
pengujian kedua, dan selanjutnya dikorelasikan secara silang. Hal ini dapat
digambarkan seperti gambar 6.2 berikut:
130

