Page 73 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 73

6.   Deskripsikan  teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke
                dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-surnber  bacaan
                yang  dikutip  atau  yang   digunakan  sebagai  landasan  untuk
                mendeskripsikan  teori harus dicantumkan.
           E. Kerangka Berfikir

           Uma Sekaran dalam bukunya Business Research (1992) mengemukakan
           bahwa, kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana
           teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi  sebagai
           masalah yang penting.
                 Kerangka  berfikir  yang  baik  akan  menjelaskan  secara  teoritis
           pertautan  antar  variabel  yang akan diteliti.  Jadi secara  teoritis  perlu
           dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. Bila dalam
           penelitian  ada variabel  moderator  dan intervening,  maka juga  perlu
           dijelaskan, mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. Pertautan
           antar variabel tersebut, selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma
           penelitian. Oleh karena itu pada setiap penyusunan  paradigma penelitian
           harus didasarkan pada kerangka berfikir.
                 Kerangka berfikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila
           dalam penelitian  tersebut  berkenaan  dua variabeI  atau lebih. Apabila
           penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri, maka
           yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk
           masing-masing variabel, juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel
           yang diteliti (Sapto Haryoko, 1999).
                 Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih, biasanya
           dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Oleh
           karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian  yang berbentuk
           hubungan maupun komparasi, maka perlu dikemukakan   kerangka berfikir.
           Langkah-langkah  dalam menyusun kerangka pernikiran yang selanjutnya
           membuahkan hipotesis ditunjukkan pada gambar 3.1.
                 Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar bagi
           argumentasi  dalam  menyusun  kerangka  pernikiran  yang  membuahkan
           hipotesis. Kerangka pernikiran ini merupakan penjelasan semen tara terhadap
           gejala-gejala  yang menjadi  obyek permasalahan.  (Suriasumantri,  1986).
           Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran  bisa meyakinkan  sesama
           ilmuwan,  adalah alur-alur  pikiran yang logis dalam membangun  suatu
           kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Jadi
           kerangka berfikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang
           disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Berdasarkan teori-teori
           yang telah dideskripsikan  tersebut, selanjutnya dianalisis secara kritis dan
           sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel




                                            60
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78