Page 77 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 77
Penelitian yang bersifat ekploratif dan deskriptif senng tidak perlu
merumuskan hipotesis.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang
diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada
fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis
juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah
penelitian, belumjawaban yang empirik.
Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang
menggunakan pendekatan kuantitatif. Pad a penelitian kualitatif, tidak
dirumuskan hipotesis, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis.
Selanjutnya hipotesis, terse but akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif.
Dalam hal ini perlu dibedakan pengertian hipotesis penelitian dan
hipotesis statistik. Pengertian hipotesis penelitian seperti telah dikemukakan
di atas. Selanjutnya hipotesis statistik itu ada, bila penelitian bekerja dengan
sampe\. Jika penelitian tidak menggunakan sam pel, maka tidak ada
hipotesis statistik.
Dalam suatu penelitian, dapat terjadi ada hipotesis penelitian, tetapi
tidak ada hipotesis statistik. Penelitian yang dilakukan pada seluruh populasi
mungkin akan terdapat hipotesis penelitian tetapi tidak akan ada hipotesis
statistik. Ingat bahwa hipotesis itu berupa jawaban sementara terhadap
rumusan masalah dan hipotesis yang akan diuji ini dinamakan hipotesis
kerja. Sebagai Iawannya adalah hipotesis nol (nihil). Hipotesis kerja
disusun berdasarkan atas teori yang dipandang handal, sedangkan hipotesis
nol dirumuskan karena teori yang digunakan masih diragukan
kehandalannya.
Untuk lebih mudahnya membedakan antara hipotesis penelitian dan
hipotesis statistik, maka dapat dipahami melalui gambar 3.2 berikut:
Contoh Hipotesis Penelitiannya:
1. Kemampuan daya beli masyarakat (dalam populasi) itu rendah (hipotesis
deskriptif).
2. Tidak terdapat perbedaan kemampuan daya beli antara kelompok masyarakat
Petani dan Nelayan (dalam Populasi itu/hipotesis komparatif).
3. Ada hubungan positif antara penghasilan dengan kemampuan daya beli
masyarakat (dalam populasi itu/hipotesis assosiatif).
64

