Page 58 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 58

X, = kebersihan  Kereta;   Y, = jumlah tiket yang terjual;
               X 2 = pelayanan  KA;       Y2 = kepuasan  Penumpang   KA;
              Gambar 2.10 Adalah paradigma ganda dua variabel independen dan dua
                          variabel dependen. Hubungan antar variabel r.. r2, r3, ra, r5,
                          dan   r6 dapat  dianalisis  dengan  korelasi  sederhana.
                          Hubungan antara XI bersama-sama dengan X 2 terhadap YI
                          dan XI dan X 2 bersama-sama terhadap Yz dapat dianalisis
                          dengan korelasi ganda. Analisis regresi sederhana maupun
                          ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi   jumlah
                          tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api.

           7. Paradigma Jalur

                         X1



                    0,30                                     y








              XI = Status Sosial Ekonomi,  X 2=IQ;
              X3 = Motivasi berprestasi, (n aeh)  Y = Prestasi belajar (achievement)

              Gambar 2.11 Paradigma jalur. Teknik analisis Statistik yang digunakan
                          dinamakan   path   analysis  (analisis  jalur).  Analisis
                          dilakukan  dengan  menggunakan   korelasi  dan  regresi
                           sehingga  dapat diketahui  untuk sampai  pada variebel
                          depend en terakhir, harus lewat jalur langsung, atau melalui
                           variabel intervening. Dalam paradigma itu terdapat empat
                          rumusan   masalah  deskriptif,  dan 6 rumusan  masalah
                          hubungan.
           Paradigma  penelitian  gambar 2.11 dinamakan  paradigma  jalur,  karena
           terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur antara (X3)' Dengan adanya
           variabel antara ini, akan dapat digunakan untuk mengetahui apakah untuk
           mencapai sasaran akhir harus melewati variabel antara itu atau bisa langsung
           ke sasaran akhir.
                Dari gambar terlihat bahwa, murid yang berasal dari status sosial
           ekonomi tertentu X" tidak bisa langsung mencapai prestasi belajar yang
           tinggi  Y  (korelasi  0,33)  tetapi  harus  melalui  peningkatan  motif
           berprestasinya X 2 (r = 0,41) dan baru dapat mencapai prestasi Y (r = 0,50).
           Tetapi bila murid mempunyai IQ yang tinggi (X2) maka mereka langsung



                                            46
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63