Page 53 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 53

e.  Variabel kontrol:  adalah  variabel  yang  dikendalikan  atau  dibuat
              konstan  sehingga  pengaruh  variabel  indepeden  terhadap  dependen  tidak
              dipengaruhi  oIeh faktor Iuar yang tidak diteliti.  Variabel  kontrol  sering
              digunakan  oleh peneIiti,  bila akan melakukan  penelitian  yang bersifat
              membandingkan.
               Contoh: pengaruh  jenis pendidikan  terhadap  keterampilan  dan mengetik.
               Variabel independenya  pendidikan  (SMU dan SMK), variabel kontrol yang
               ditetapkan sama misalnya, adalah naskah yang diketik sama, mesin tik yang
               digunakan sama, ruang tempat meng etik sama. Dengan adanya variabeI kontrol
               tersebut,  maka besarnya  pengaruh  jenis  pendidikan  terhadap  ketrampilan
               mengetik dapat diketahui Iebih pasti.
                                       I
                Pendidikan SMA & SMK                   Ketrampilan Mengetik
                                                "
                 (Variabel Independen)     A   -v"     (Variabel Dependen)
                                       J   L  ~




                                  Naskah, temp at, mesin tik sarna
                                       (Variabel Kontrol)


              Gambar  2.4.   Contoh    hubungan    variabel  independen-kontroI,
                             dependen.
           Untuk  dapat  menentukan  kedudukan  variabel  independen,  dan dependen,
           moderator,  intervening  atau  variabel  yang  lain, harus  dilihat  konteksnya
           dengan  dilandasi  konsep  teoritis  yang  mendasari  maupun  hasil  dari
           pengamatan  yang empiris.  Untuk itu sebelum  peneliti  memilih  variabeI  apa
           yang  akan  diteliti  perlu  melakukan  kajian  teoritis,  dan  melakukan  studi
           pendahuluan  terlebih  dahulu  pada obyek yang akan diteliti.  Jangan  sampai
           terjadi membuat  rancangan  penelitian  dilakukan  di belakang  meja, dan tanpa
           mengetahui  terlcbi h dahulu  permasa lahan yang  ada  di obyek  penelitian.
           Sering  terjadi,  rumusan  masalah  penelitian  dibuat  tanpa  melalui  studi
           pendahuluan  ke obyek  penelitian,  sehingga  setelah  dirumuskan  ternyata
           masalah  itu tidak menjadi  masalah  pada obyek penelitian.  Setelah  masalah
           dapat difahami  dengan  jelas dan dikaji  secara teoritis,  maka peneliti  dapat
           menentukan  variabel-variabel  penelitiannya.
                 Pad a kenyataannya,  gejala-gejala  sosial itu meliputi  berbagai  macam
           variabel  saling terkait  secara  simultan  baik variabel  independen,  dependen,
           moderator,  dan intervening,  sehingga  penelitian  yang baik akan mengamati
           semua variabel  tersebut.  Tetapi  karena adanya  keterbatasan  dalam berbagai
           hal,  maka  peneliti  sering  hanya  memfokuskan  pada  beberapa  variabel
           penelitian  saja,  yaitu  pada  variabel  independen  dan  dependen.  Dalam
           penelitian  kualitatif  hubungan  antara semua variabeI  tersebut  akan diamati,

                                            41
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58