Page 31 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 31

b. Proses Penelitian Kualitatif
           Rancangan peneiitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan, seperti orang mau
           piknik, sehingga ia baru tahu tempat yang akan dituju, tetapi tentu belum
           tahu pasti apa yang di tempat itu. Ia akan tahu setelah memasuki obyek,
           dengan cara membaca berbagai informasi tertulis, gambar-gambar,  berfikir
           dan melihat obyek dan aktivitas orang yang ada di sekelilingnya, melakukan
           wawancara   dan  sebagainya.  Proses  penelitian  kualitatif  juga  dapat
           diibaratkan seperti orang asing yang mau melihat pertunjukkan wayang kulit
           atau kesenian, atau peristiwa lain. la belum tahu apa, mengapa, bagaimana
           wayang   kulit  itu. la akan  tahu  setelah  ia melihat,  mengamati  dan
           menganalisis dengan serius.
                 Berdasarkan  ilustrasi tersebut di atas, dapat dikemukakan  bahwa
           walaupun peneliti kualitatif belum memiliki masalah, atau keinginan yang
           jelas,  tetapi  dapat  langsung  memasuki  obyek/lapangan.  Pada  waktu
           memasuki obyek, peneliti tentu masih merasa asing terhadap obyek tersebut,
           seperti halnya orang asing yang masih asing terhadap pertunjukkan wayang
           kulit. Setelah  memasuki  obyek, peneiiti  kualitatif  akan melihat  segal a
           sesuatu yang ada di tempat itu, yang masih bersifat umum. Misalnya dalam
           pertunjukan  wayang  pada tahap  awal,  ia akan melihat  penontonnya,
           panggungnya, gamelannya, penabuhnya (pemain gamelannya),  wayangnya,
           dalangnya, pesindennya (penyanyi) aktivitas penyelenggaranya.  Pada tahap
           ini disebut tahap orientasi atau deskripsi, dengan grand tour question. Pada
           tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan
           ditanyakan. Mereka baru mengenal serba sepintas terhadap informasi yang
           diperolehnya. Dalam gambar 1.7 (tahap deskripsi) data yang diperoleh cukup
           banyak, bervariasi dan belum tersusun secara jelas. Di sana ada huruf besar,
           kecil, angka, dan simbul-simbul yang berserakan.
                 Proses penelitian kualitatif pada tahap ke 2 disebut tahap reduksil
           fokus.  Pada tahap ini peneliti  mereduksi  segal a informasi  yang telah
           diperoleh pada tahap pertama. Pad a proses reduksi ini, peneliti mereduksi
           data yang ditemukan   pada tahap I untuk memfokuskan   pada masalah
           tertentu. Pada tahap reduksi ini peneliti menyortir data dengan cara memilih
           mana data yang menarik, penting, berguna, dan baru. Data yang dirasa tidak
           dipakai disingkirkan.  Berdasarkan  pertimbangan  tersebut, maka data-data
           tersebut selanjutnya dikelompok menjadi berbagai kategori yang ditetapkan
           sebagai fokus penelitian. Dalam gambar 1.7 (tahap reduksi/fokus)  ketegori
           itu ditunjukkan dalam bentuk huruf besar, huruf kecil, dan angka.
                 Bila dikaitkan dengan melihat contoh pertunjukkan  wayang, maka
           peneliti  telah  memfokuskan  pada masalah  tertentu,  misalnya  masalah
           wayang dan dalangnya saja.

                 Proses penelitian kualitatif, pada tahap ke 3, adalah tahap selection.
           Pad a tahap ini peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi



                                            19
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36