Page 27 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 27

e.  Hipotesis  dirumuskan  dengan  d.  Masalah bersifat sementara dan
                     jelas                           akan ditemukan  setelah  studi
                  f.  Ditulis  secara rinei dan jelas  pendahuluan
                      sebelum terjun ke lapangan  e.  Tidak  dirumuskan  hipotesis,
                      .                              karena justru akan menemukan
                                                     hipotesis
                                                 f.  Fokus  penelitian  ditetapkan
                                                     setelah diperoleh data awal dari
                                                     lapangan
             10.  J.  Kapan  penelitian  dianggap  J. Kapan  penelitian  dianggap
                    selesai?                     selesai ?
                  Setelah  sernua  kegiatan  yang  Setelah  tidak  ada  data  yang
                  direneanakan dapat diselesaikan  dianggap baru/jenuh
             11.  K. Kepercayaan  terhadap  hasil  K. Kepercayaan  terhadap  hasil
                     Penelitian                  Penelitian
                  Pengujian validitas dan realiabilitas  Pengujian kredibilitas,
                  instrumen                      depenabilitas, proses dan hasil
                                                 penelitian



           3. Proses penelitian
           Perbedaan  antara  metode  penelitian  kualitatif  dan kuantiattif  juga  dapat
           dilihat  dari proses  penelitian.  Proses  dalam  metode  penelitian  kuantitatif
           bersifat  linier dan kualitatif  bersifat  sirkuler.

           a. Proses Penelitian Kuantitatif
           Proses  penelitian  kuantitatif  ditunjukkan  pada  gambar  1.6. Berdasarkan
           gambar  1.6 berikut  dapat diberikan  penjelasan  sebagai  berikut.  Seperti  telah
           diketahui  bahwa  penelitian  itu pada  prinsipnya  adalah  untuk  menjawab
           masalah.  Masalah  merupakan  penyimpangan  dari  apa  yang  seharusnya
           dengan  apa yang terjadi  sesungguhnya.  Penyimpangan  an tara aturan dengan
           pelaksanaan,  teori  dengan  praktek,  perencanaan  dengan  pelaksanaan  dan
           sebagainya.  Penelitian  kuantitatif  bertolak  dari studi pendahuluan  dari obyek
           yang  diteliti  (preliminary  study)  untuk  mendapatkan  yang  betul-betul
           masalah.  Masalah  tidak dapat diperoleh  dari belakang  meja, oleh karena itu
           harus digali  melalui  studi pendahuluan  melalui  fakta-fakta  empiris.  Supaya
           peneliti  dapat menggali  masalah  dengan baik, maka peneliti  harus menguasai
           teori melalui  membaca  berbagai  referensi.  Selanjutnya  supaya masalah  dapat
           dijawab  maka dengan  baik masalah  tersebut  dirumuskan  secara spesifik,  dan
           pada umumnya  dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
           Untuk  menjawab  rumusan  masalah  yang sifatnya  sementara  (berhipotesis)
           maka,  peneliti  dapat  membaca  referensi  teoritis  yang  relevan  dengan
           masalah  dan  berfikir.  Selain  itu penemuan  penelitian  sebelumnya  yang
           relevan  juga  dapat  digunakan  sebagai  bahan  untuk  memberikan  jawaban


                                             16
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32