Page 280 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 280
Seperti telah dikemukakan bahwa, analisis data kualitatif pada dasarnya
adalah ingin memahami situasi sosial (obyek penelitian dalam penelitian
kuantitatif) menjadi bagian-bagian, hubungan antar bagian, dan
hubungannya dengan keseluruhan. Jadi ibaratnya seorang peneliti
archeologi, menemukan batu-batu pondasi, tiang-tiang, pintu, kerangka atap,
genting dan akhirnya dapat dikontruksikan menjadi rumah jenis tertentu,
sehingga rumah terse but dapat diberi nama. Jadi inti dari analisis tema
kultural itu adalah bagaimana peneliti mampu mengkontruksi barang yang
berserakan menjadi rumah, dan rumah itu jenis rumah apa. Misalnya rumah
itu adalah rumah pedagang lembu. Jadi tema budayanya adalah: Rumah
Pedagang Lembu"
Dalam penelitian kualitatif yang baik, justru judullaporan penelitian
tidak sarna dengan judul dalam proposal. Hal ini berarti peneliti mampu
melepaskan diri tentang apa yang difikirkan sebelum penelitian, dan mampu
melihat gejala dalam situasi sosial/obyek penelitian yang alamiah, lebih
mampu memperhatikan kondisi yang sebenamya terjadi di lapangan, tidak
terpengaruh oleh pola fikir sebelum peneliti ke lapangan. Dengan
menemukan judul baru dalam laporan penelitian, berarti peneliti telah
melakukan analisis tema, dan temanya diwujudkan dalam judul penelitian.
Teknik analisis data yang diberikan oleh Miles and Huberman dan
Spradley saling melengkapi. Dalam setiap tahapan penelitian Miles and
Huberman menggunakan langkah-langkah data reduksi, data display, dan
verification. Ketiga langkah tersebut dapat dilakukan pada semua tahap
dalam proses penelitian kualitatif, yaitu tahap deskripsi, fokus, dan seleksi.
266

