Page 263 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 263

clilakukan analisis secara menclalam, ternyata ada hubungan yang interaktif
            antara tiga kelompok tersebut.
                   Dalam prakteknya tidak semudah ilustrasi yang diberikan, karena
            fenomena  sosial  bersifat  kompleks,  dan dinamis,  sehingga  apa yang
            ditemukan pada saat memasuki lapangan dan setelah beriangsung agak lama
            di lapangan akan mengalarni perkembangan  data. Untuk itu maka peneliti
            harus  selalu  menguji  apa yang telah ditemukan  pada saat memasuki
            lapangan yang masih bersifat hipotetik itu berkembang  atau tidak. Bila
            setelah lama memasuki lapangan ternyata hipotesis yang dirumuskan selalu
            didukung oleh data pada saat dikumpulkan  di lapangan, maka hipotesis
            tersebut terbukti, dan akan berkembang menjadi teori yang grounded. Teori
            grounded adalah teori yang ditemukan secara induktif, berdasarkan data-data
            yang ditemukan di lapangan, dan selanjutnya diuji melalui pengumpulan
            data yang terus-menerus.
                   Bila pola-pola  yang ditemukan telah didukung oleh data selama
            penelitian, maka pola tersebut sudah menjadi pola yang baku yang tidak lagi
            berubah.  Pola  tersebut  selanjutnya  didisplaykan  pada  laporan  akhir
            penelitian.
                   Pada gambar 13.3a dan 13.3b berikut diberikan contoh display, salah
            satu hasil penelitian Surosso (1999) tentang struktur pendidikan tenaga kerja
            pada industri modern, bidang produksi dan teknologi. Berdasarkan data yang
            terkumpul di kedua bidang tersebut, ternyata untuk bidang produksi, struktur
            pendidikan tenaga kerja membentuk "belah ketupat", di mana pendidikan
            pegawai  yang   terbanyak  adalah  SMK.  Jumlah   tenaga  kerja  yang
            berpendidikan Sarjana Muda (SM), hampir sarna dengan jumlah tenaga kerja
            yang berpendidikan  SLTP. Jumlah tenaga kerja yang berpendidikan Sarjana
            (Sl , S2, S3) harnpir sarna dengan jurnlah tenaga kerja yang berpendidikan
            SD. Struktur pendidikan tenaga kerja pada industri modern, berbeda dengan
            struktur pendidikan  pegawai pada industri yang konvensional,  yang pada
            umumnya membentuk piramida, di mana jumlah karyawan yang terbanyak
            adalah  yang  berpendidikan  SD,   dan  paling  sedikit  adalah  yang
            berpendidikan  sarjana.  (gambar  13.3a). Dengan  demikian  telah terjadi
            perubahan  struktur pendidikan  tenaga kerja pada industri  modern dari
            pirarnida ke belah ketupat.
                   Selanjutnya  pada bidang teknologi,  yang tugas utamanya  untuk
            penelitian dan pengembangan,  bentuknya adalah piramida terbalik, dirnana
            jumlah pegawai yang berpendidikan  sarjana yang paling banyak. (gambar
            13.3b).
            Selanjutnya pada garnbar 6.4 berikut diberikan display, tentang faktor-faktor
            yang menyebabkan    benda  rusak  dalam  proses  produksi.  Sebab-sebab
            tersebut  ditemukan  melalui  wawancara,  pengamatan  dan dokumentasi.
            Wawancara dilakukan pada pekerja dan supervisor. Pengarnatan dilakukan

                                            250
   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268