Page 116 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 116
adalah calorimeter, variabel suhu maka instrumennya adalah thermometer,
variabel panjang maka instrumennya adalah mistar (meteran), variabel berat
maka instrumennya adalah timbangan berat. Instrumen-instrumen tersebut
mudah didapat dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kecuali yang
rusak dan palsu. Instrumen-instrumen yang rusak atau palsu bila digunakan
untuk mengukur harus diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dulu.
Instrumen-instrumen dalam penelitian sosial memang ada yang sudah
tersedia dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya, seperti instrumen untuk
mengukur motif berprestasi, (n-ach) untuk mengukur sikap, mengukur IQ,
mengukur bakat dan lain-lain.
Walaupun instrumen-instrumen tersebut sudah ada tetapi sulit untuk
dicari, dimana harus dicari dan apakah bisa dibeli atau tidak. Selain itu
instrumen-instrumen dalam bidang sosial walaupun telah teruji validitas
analisis reliabilitasnya, tetapi bila digunakan untuk tempat tertentu belum
tentu tepat dan mungkin tidak valid dan reliabel lagi. Hal ini perlu
dimaklumi karena gejalalfenomena sosial itu cepat berubah dan sulit dicari
kesamaannya. Instrumen ten tang kepemimpinan mungkin valid untuk
kondisi Amerika, tetapi mungkin tidak valid untuk Indonesia.
Untuk itu maka peneliti-peneliti dalam bidang sosial instrumen
penelitian yang digunakan sering disusun sendiri termasuk menguji validitas
dan reliabilitasnya.
Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variabel
penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti. Misalnya akan meneliti
tentang "Pengaruh kepemimpinan dan iklim kerja lembaga terhadap
produktivitas kerja pegawai", Dalam hal ini ada tiga instrumen yang perlu
dibuat yaitu:
1. Instrumen untuk mengukur kepemimpinan
2. Instrumen untuk mengukur iklim kerja,
3. Instrumen untuk mengukur produktivitas kerja pegawai
C. Cara Menyusun Instrumen
Instrumen-instrumen penelitian dalam bidang sosial umurnnya dan
khususnya bidang administrasi yang sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu
maka peneliti harus mampu membuat instrumen yang akan digunakan untuk
penelitian.
Titik tolak dari penyusunan adalah variabel-variabel penelitian yang
ditetapkan untuk diteliti. Dari variabel-variabel tersebut diberikan definisi
operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur. Dari
indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau
pemyataan. Untuk memudahkan penyusunan instrumen, maka periu
digunakan "matrik pengembangan instrumen" atau "kisi-kisi instrumen".
103

