Page 96 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 96
Gambar 5.3 Teknik Stratified Random Sampling
c. Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi
berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja
tertentu mernpunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S, ,
800 orang SMU, 700 orang SMP, rnaka tiga orang lulusan S3 dan ernpat
orang S2 itu diarnbil sernuanya sebagai sampel. Karena dua kelompok ini
terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok Sh SMU, dan SMP.
d. Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek
yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, rnisal penduduk dari suatu
negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang
akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan
daerah populasi yang telah ditetapkan.
Misalnya di Indonesia terdapat 30 propinsi, dan sampelnya akan
menggunakan 15 propinsi, maka pengambilan 15 propinsi itu dilakukan
secara random. Tetapi perlu diingat, karena propinsi-propinsi di Indonesia
itu berstrata (tidak sarna) maka pengarnbilan sampelnya perlu menggunakan
stratified random sampling. Propinsi di Indonesia ada yang pendudukanya
padat, ada yang tidak; ada yang mempunyai hutan ban yak ada yang tidak,
ada yang kaya bahan tarnbang ada yang tidak. Karakteristik semacam ini
perlu diperhatikan sehingga pengambilan sampel menurut strata populasi itu
dapat ditetapkan.
Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap, yaitu
tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap berikutnya menentukan
orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. Teknik ini dapat
digambarkan seperti gambar 5.4 berikut.
83

