Page 318 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 318

Berdasarkan  gambar  16.2b tersebut  dapat diberikan  penjelasan  sebagai
            berikut. Sebelum sistem kerja baru dicobakan, maka dipilih kelompok kerja
            tertentu yang akan menggunakan sistem kerja tersebut. Bila kelompok kerja
            tersebut jumlahnya banyak, maka eksperimen dilakukan pada sampel yang
            dipilih secara random. Kelompok pertama yang akan menggunakan metode
            kerja baru disebut kelompok eksperimen, sedangkan kelompok yang tetap
            menggunakan  metode  kerja lama disebut kelompok   kontrol.  R berarti
            pengambilan  kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan secara random.
            Kedua kelompok tersebut selanjutnya diberi pretest atau melalui pengamatan
            untuk mengetahui posisi kemampuan ke dua kelompok tersebut. Bila ke dua
            kelompok  terse but  kemampuannya  sarna  atau  tidak  berbeda  secara
            signifikan, maka kelompok tersebut sudah sesuai dengan kelompok yang
            akan digunakan untuk eksperimen. Bila posisi kemampuan ke dua kelompok
            tersebut  berbeda  secara signifikan,  maka pengambilan  kelompok  perlu
            diulang sampai diperoleh posisi kemampuan tidak berbeda secara signifikan .

                  . Jadi 0 1 adalah nilai kemampuan awal kelompok eksperimen, dan 0 3
            adalah nilai kemampuan awal kelompok kontrol. Setelah posisi kemampuan
            ke dua kelompok tersebut seimbang (01 tidak berbeda dengan 03), maka
            kelompok  eksperimen  diberi  treatmentlperlakuan  untuk  menggunakan
            sistem kerja baru, dan kelompok kontrol menggunakan  sistem kerja lama.
            Eksperimen dilakukan beberapa bulan sampai posisi kelompok eksperimen
            terbiasa  menggunakan  sistem  kerja  baru  tersebut.  Setelah  kelompok
            ekperimen  dan kontrol sarna-sarna bekerja mengerjakan  pekerjaan  yang
            sarna, dalam kondisi yang sarna, maka selanjutnya nilai kecepatan kerja,
            kenyamanan kerja, produktivitas kerja dibandingkan.

                   Kecepatan  kerja, produktivitas  kerja dan kenyaman  kerja diukur
            dengan instrumen sehingga diperoleh data kuantitatif. Dalam pengujian ini,
            O 2 berarti kinerja kelompok eksperimen setelah menggunakan sistem kerja
            baru, dan 0 4 adalah kinerja kelompok kontrol yang tetap menggunakan
            sistem kerja lama. Bila nilai O 2 secara signifikan lebih tinggi dari 0 4 , maka
            sistem kerja baru tersebut lebih efektif dan efisien bila dibandingkan dengan
            sistem kerja yang lama.
           Pengujian signifikansi efektivitas dan efisiensi sistem kerja baru, bila data
           berbentuk  interval  dan  dilakukan  pada  dua  kelompok  maka  dapat
            menggunakan  t-test berpasangan  (related), sedangkan bila dilakukan pada
            lebih dari dua kelompok dapat menggunakan Analisis Varians (Anava).
                   Berikut ini diberikan contoh pengujian signifikansi efektivitas dan
            efisiensi metode kerja baru melalui eksperimen model (before-after). Dalam
           eksperimen  digunakan  10 orang karyawan yang diambil secara random.
            Selanjutnya  10 orang karyawan tersebut diminta untuk menilai kecepatan
            kerja, produktivitas  kerja, dan kenyamanan kerja, sebelum menggunakan
            sistem kerja baru dan sesudah menggunakan sistem kerja baru. Data sebelum

                                            304
   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323