Page 298 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 298

itu pada setiap penyusunan  paradigma penelitian  harus didasarkan  pada
            kerangka berfikir.
            Kerangka berfikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam
            penelitian  tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. Apabila penelitian
            hanya membahas   sebuah variabel atau lebih secara mandiri, maka yang
            dilakukan  peneliti  disamping  mengemukakan  deskripsi  teoritis  untuk
            masing-masing variabel, juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel
            yang diteliti.
                Penelitian  yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih, biasanya
            dirumuskan  hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Oleh
            karena itu dalam rangka menyusun   hipotesis penelitian  yang berbentuk
            hubungan maupun komparasi, maka perIu dikemukakan kerangka berfikir.
               Kerangka berfikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berfikir yang
            assosiatif/hubungan  maupun komparatif/perbandingan.  Kerangka  berfikir
            assosiatif dapat menggunakan  kalimat: jika begini maka akan begitu; jika
            komitmen kerja tinggi, maka produktivitas  lembaga akan tinggi pula atau
           jika pengawasan dilakukan dengan baik (positif), maka kebocoran anggaran
            akan berkurang (negatif).

            c. Hipotesis Penelitian
            Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
            penelitian  yang diajukan,  maka titik tolak untuk merumuskan  hipotesis
            adalah rumusan masalah dan kerangka berfikir. Kalau ada rumusan masalah
            penelitian  seperti:  Kalau  rumusan  masalahnya:  adakah  pengaruh
            kepemimpinan  terhadap motivasi kerja pegawai, kerangka berfikimya ''jika
            kepemimpinan  baik, maka motivasi kerja akan tinggi" maka hipotesisnya
            adalah: ada pengaruli  yang tinggi/rendah  dan signifikan  kepemimpinan
            terhadap motivasi kerja pegawai.
            Bila rumusan masalah berbunyi adakah "perbedaan   produktivitas  antara
            lembaga  yang menggunakan   teknologi  tinggi dan rendah?"  selanjutnya
            kerangka berfikir berbunyi "Karena lembaga A menggunakan    teknologi
            tinggi, maka produktivitas  kerjanya lebih. tinggi bila dibandingkan  dengan
            lembaga B yang teknologi kerjanya rendah," maka hipotesisnya  berbunyi
            "Terdapat perbedaan produktivitas kerja yang signifikan antara Lembaga A
            dan B, atau produktivitas  kerja lembaga A lebilt tinggi bila dibandingkan
            dengan lembaga B".











                                            284
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303