Page 295 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 295
standard yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. Oleh karena itu
dalam latar belakang ini, peneliti harus melakukan analisis masalah,
sehingga permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini, peneliti
harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan
dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti.
B. Indentifikasi Masalah
Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek
yang diteliti. Semua masalah dalam obyek, baik yang akan diteliti maupun
yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan.
Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, maka peneliti perlu
melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti, melakukan observasi,
dan wawancara ke berbagai sumber, sehingga semua permasalahan dapat
diidentifikasikan.
Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut,
selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain.
Masalah yang akan diteliti itu kedudukannya di mana di antara masalah yang
akan diteliti. Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif
terhadap masalah yang diteliti. Selanjutnya masalah tersebut dapat
dinyatakan dalam bentuk variabel.
C. Batasan Masalah
Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya
penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka tidak semua
masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. Untuk itu maka peneliti
memberi batasan, dimana akan dilakukan penelitian, variabel apa saja yang
akan diteliti, serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang
lain.
Berdasarkan batasan masalah ini, maka selanjutnya dapat dirumuskan
masalah penelitian.
D. Rumusan Masalah
Setelah masalah yang akan diteliti itu ditentukan (variabel apa saja yang
akan diteliti, dan bagaimana hubungan variabel satu dengan yang lain), dan
supaya masalah dapat terjawab secara akurat, maka masalah yang akan
diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. Seperti telah diuraikan dalam
bab rumusan masalah, sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam
kalimat pertanyaan. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada
empat tahapan yang dapat digambarkan seperti gambar 15.2 berikut.
281

