Page 203 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 203
dilakukan analisis secara mendalam, ternyata ada hubungan yang interaktif
antara tiga kelompok terse but.
Dalam prakteknya tidak semudah ilustrasi yang diberikan, karena
fenomena sosial bersifat kompleks, dan dinamis, sehingga apa yang
ditemukan pada saat memasuki lapangan dan setelah berlangsung agak lama
di lapangan akan mengalami perkembangan data. Untuk itu maka peneliti
harus selalu menguji apa yang telah ditemukan pada saat memasuki
lapangan yang masih bersifat hipotetik itu berkembang atau tidak. Bila
setelah lama memasuki lapangan ternyata hipotesis yang dirumuskan selalu
didukung oleh data pada saat dikumpulkan di lapangan, maka hipotesis
tersebut terbukti, dan akan berkembang menjadi teori yang grounded. Teori
grounded adalah teori yang ditemukan secara induktif, berdasarkan data-data
yang ditemukan di lapangan, dan selanjutnya diuji melalui pengumpulan
data yang terus-menerus.
Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selama
penelitian, maka pol a tersebut sudah menjadi pola yang baku yang tidak lagi
berubah. Pola tersebut selanjutnya didisplaykan pada laporan akhir
penelitian.
Pada gambar 13.3a dan 13.3b berikut diberikan contoh display, salah
satu hasil penelitian Surosso (1999) tentang struktur pendidikan tenaga kerja
pada industri modern, bidang produksi dan teknologi. Berdasarkan data yang
terkumpul di kedua bidang tersebut, temyata untuk bidang produksi, struktur
pendidikan tenaga kerja membentuk "belah ketupat", di mana pendidikan
pegawai yang terbanyak adalah SMK. Jumlah tenaga kerja yang
berpendidikan Sarjana Muda (SM), hampir sarna dengan jumlah tenaga kerja
yang berpendidikan SLTP. Jumlah tenaga kerja yang berpendidikan Sarjana
(SI, S2, S3) hampir sama dengan jumlah tenaga kerja yang berpendidikan
SD. Struktur pendidikan tenaga kerja pada industri modem, berbeda dengan
struktur pendidikan pegawai pada industri yang konvensional, yang pada
umumnya membentuk piramida, di mana jumlah karyawan yang terbanyak
adalah yang berpendidikan SD, dan paling sedikit adalah yang
berpendidikan sarjana. (gambar 13.3a). Dengan demikian telah terjadi
perubahan struktur pendidikan tenaga kerja pada industri modern dari
piramida ke belah ketupat.
Selanjutnya pada bidang teknologi, yang tugas utamanya untuk
penelitian dan pengembangan, bentuknya adalah piramida terbalik, dimana
jumlah pegawai yang berpendidikan sarjana yang paling banyak. (gambar
13.3b).
Selanjutnya pada gambar 6.4 berikut diberikan display, ten tang faktor-faktor
yang menyebabkan benda rusak dalam proses produksi. Sebab-sebab
tersebut ditemukan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi.
Wawancara dilakukan pada pekerja dan supervisor. Pengamatan dilakukan
250

