Page 198 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 198

Gambar 13.1b. Komponen dalam analisis data (interactive model)


          a. Data Reduction (Reduksi Data)
          Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka
          perlu dicatat secara teliti dan rinei. Seperti telah dikemukakan, semakin lama
          peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan
          rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.
          Mereduksi  data  berarti  merangkum,  memilih  hal-hal  yang  pokok,
          memfokuskan pacta hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan
          demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih
          jelas,  dan mempermudah  peneliti  untuk melakukan  pengumpulan  data
          selanjutnya,  dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu
          dengan peralatan  elektronik  seperti komputer mini, dengan memberikan
          kode pada aspek-aspek tertentu.
                 Pad a gambar 13.2 diilustrasikan bagaimana mereduksi hasil catatan
          lapangan yang kompleks, rumit dan belum bermakna.   Catatan lapangan
          berupa huruf besar, huruf kecil, angka dan simbul-simbul  yang masih
          semrawut,  yang tidak dapat difahami.  Dengan  reduksi,  maka peneliti
          merangkum,   mengambil   data  yang  pokok   dan  penting,  membuat
          kategorisasi,  berdasarkan ' huruf besar, huruf keeil, dan angka. Data yang
          tidak penting yang diilustrasikan dalam bentuk simbul-simbul seperti %, #,
          @ dsb, dibuang karena dianggap tidak penting bagi peneliti.
                 Dalam suatu situasi sosial tertentu, peneliti dalam mereduksi data
          mungkin akan memfokuskan pada orang miskin, pekerjaan sehari-hari yang
          dikerjakan,  dan rumah  tinggalnya.  Dalam  bidang  manajemen,  dalam
          mereduksi  data  mungkin   peneliti  akan  memfokuskan  pada  bidang
          pengawasan,  dengan melihat perilaku orang-orang  yang jadi pengawas,
          metode kerja, tempat kerja, interaksi antara pengawas dengan yang diawasi,
          serta hasil pengawasan. Dalam bidang pendidikan, setelah peneliti memasuki


                                          247
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203