Page 191 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 191
adalah kemampuan pemimpin dalam menampilkan gaya kepemimpinan
direktif dengan nilai 68%.
Untuk variabel penelitian yang lain, kualitas nilai setiap indikator dapat
dianalisis dengan cara melakukan perhitungan seperti contoh tersebut di atas.
1) Hipotesis Deskriptif
Bila hipotesis deskriptif dirumuskan maka perlu diuji. Berdasarkan pedoman
memilih teknik statistik untuk pengujian hipotesis (tabel 8.1) maka uji
hipotesis deskriptif no. 1, 2 dan 3 adalah digunakan t-test satu sampeZ
(karena data interval atau ratio). Untuk hipotesis no.1 digunakan uji fihak
kanan, no.2 uji fihak kiri dan no.3 uji dua fihak. Dikatakan uji fihak kanan
karena harga t tabel diletakkan pada bagian sebelah kanan kurva, dikatakan
uji fihak kiri karena harga t tabel diletakkan pada sebelah kiri kurva, dan
dikatakan uji dua fihak karena harga t tabel dibagi dua dan diletakkan pada
sebelah kanan dan kiri kurva.
2) Hipotesis Assosiatif (hubungan)
Hipotesis assosiatif no. 1, 2 dan 3 diuji dengan Korelasi Product Moment.
Hipotesis noA dengan korelasi ganda. Bila ingin memprediksi bagaimana
pengaruh variabel independen terhadap variabel depend en maka dianalisis
dengan regresi. Bila ingin mengetahui sumbangan efektif setiap variabel
terhadap variabel independen maka dianalisis dengan korelasi parsial.
3) Hipotesis Komparatij
Hipotesis komparatif no. 1, 2, dan 3 diuji dengan t-test dua sampel, dan
hipotesis no. 4, 5, dan 6 diuji dengan analisis varian satu jalan (one way
anova).
a. Pengujian Hipotesis Deskriptij
Seperti telah dikemukakan terdapat tiga hipotesis deskriptif yang diuji yaitu:
1) Gaya kepemimpinan para pimpinan eselon di Kabupaten Pringgondani
paling tinggi 75% dari yang diharapkan.
2) Situasi kepemimpinan paling rendah 40% dari yang diharapkan.
3) Iklim kerja organisasi di Kabupaten Pringgondani sarna dengan 60%
dari yang diharapkan.
Untuk menguji ke tiga hipotesis tersebut digunakan t-test satu sampeZ
dengan rumus sebagai berikut:
Rurnus 9.1
178

