Page 188 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 188
meningkatkan keabsahan penelitian akan lebih terjamin, karena peneliti
betul-betul melakukan pengumpulan data.
e. Mencatat hasil wawancara
Hasil wawancara segera harus dicacat setelah selesai melakukan wawancara
agar tidak lupa bahkan hilang. Karena wawancara dilakukan secara terbuka
dan tidak berstruktur, maka peneliti perlu membuat rangkuman yang lebih
sistematis terhadap hasil wawancara. Dari berbagai sumber data, perlu
dicatat mana data yang dianggap penting, yang tidak penting, data yang
sarna dikelompokkan. Hubungan satu data dengan data yang lain perlu
dikontruksikan, sehingga menghasilkan pola dan makna tertentu. Data yang
masih diragukan perlu ditanyakan kembali kepada sumber data lama atau
yang baru agar memperoleh ketuntasan dan kepastian.
3. Teknik Pengumpulan data dengan Dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa
berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Dokumen yang berbentuk tulisan rnisalnya catatan harian, sejarah kehidupan
(life histories), ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang
berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.
Dokumen yang berbentuk karya rnisalnya karya seni, yang dapat berupa
gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap
dari penggunaan met ode observasi dan wawancara dalam penelitian
kualitatif. Dalam hal dokumen Bogdan menyatakan "In most tradition of
qualitative research, the phrase personal document is used broadly to refer
to any first person narrative produced by an individual which describes his
or her own actions, experience and belief'
Basil penelitian dari observasi atau wawancara, akan lebih kredibell
dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa
kecil, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, dan autobiografi. Publish
autobiographies provide a readiley available source of data for the
discerning qualitative research (Bogdan). Hasil penelitian juga akan
semakin kredibel apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik
dan seni yang telah ada. Photographs provide strikingly descriptive data, are
often used to understant the subjective and is product arefrequeltly analyzed
inductive.
Tetapi perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki
kredibilitas yang tinggi. Sebagai contoh banyak foto yang tidak
mencerrninkan keadaan aslinya, karena foto dibuat untuk kepentingan
tertentu. Demikian juga autobiografi yang ditulis untuk dirinya sendiri,
sering subyektif.
240

