Page 189 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 189
maka analisis data diarahkan untuk menjawab rumusan masalah, sehingga
tidak menguji hipotesis. Analisis dilakukan dengan cara melakukan
perhitungan sehingga setiap rumusan masalah dapat ditemukan jawabannya
secara kuantitatif. Data hasil analisis deskriptif dapat disajikan dalam bentuk
tabulasi silang, tabel distribusi frekuensi, grafik batang, grafik garis, dan pie
chart.
Menjawab rumusan masalah deskriptif merupakan hal yang sangat
mendasar dan penting dalam penelitian, karena data utama dari penelitian
akan dapat diketahui dengan jelas dari hasil analisis deskriptif ini. Dalam
contoh ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif yang harus dijawab
yaitu:
1) Seberapa baik Gaya kepemimpinan para eselon di Kabupaten
Pringgondani?
2) Seberapa baik situasi kepemimpinan di Kabupaten Pringgondani?
3) Seberapa baik iklim kerja organisasinya?
Untuk dapat menjawab ke tiga rumusan masalah deskriptif tersebut, maka
pertama-tama ditentukan terlebih dulu skor ideallkriterium. Skor ideal
adalah skor yang ditetapkan dengan asumsi bahwa setiap responden pada
setiap pertanyaan memberi jawaban dengan skor tertinggi. Selanjutnya untuk
menjawab ke tiga rumusan masalah tersebut, dapat dilakukan dengan cara
membagi jumlah skor hasil penelitian dengan skor ideal.
Skor ideal untuk gaya kepemimpinan = 4 x 18 x 44 = 3.168 (4 = skor
tertinggi, 18 jurnlah butir instrumen gaya kepernimpinan, dan 44 jurnlah
responden). Skor ideal situasi kepemimpinan = 4 x 18 x 44 = 3.168. Skor
ideal iklim kerja organisasi = 4 x 14 x 44 = 2.464. Berdasarkan hal tersebut,
maka masing-masing rumusan masalah deskriptif dapat dihitung nilainya.
Rumusan masalah no 1 adalah: Seberapa baik Gaya kepemimpinan para
eselon di Kabupaten Pringgondani? Untuk menjawab pertanyaan tersebut
maka dapat dihitung dengan cara sebagai berikut. Berdasarkan data yang
terkumpul (tabel 9.1) setelah dihitung dapat ditemukan bahwa jumlah skor
variabel gay a kepernimpinan yang diperoleh melalui pengumpulan data =
2.072. Dengan demikian nilai gaya kepernimpinan yang ditampilkan oleh
pimpinan eselon IV sid II = 2.072 : 3.168 = 0,65 = 65% dari yang
diharapkan. Jadi nilai gaya kepernimpinan pimpinan eselon di Kabupaten
Pringgondani = 65% dari yang diharapkan. Hasil yang diharapkan adalah
100%.
Rumusan masalah no 2 adalah: Seberapa baik situasi kepemimpinan di
Kabupaten Pring gondani? Jumlah skor ideal situasi kepemimpinan 4 x 18 x
44 = 3.168. Jumlah skor yang diperoleh melalui pengumpulan data = 2055
(tabel 9.2). Jadi nilai situasi kepemimpinan = 2055 : 3.168 = 0,65 atau 65%
dari yang diharapkan.
176

