Page 19 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 19
data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap
data yang ditemukan di lapangan. Untuk selanjutnya dalam buku ini
kedua metode itu disebut metode kuantitatif dan kualitatif. Metode
penelitian kuantitatifdapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi at au sampeJ tertentu, pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Filsafat positivisme memandang realitas/gejalalfenomena itu dapat
diklasifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati, terukur, dan hubungan gejala
bersifat sebab akibat. Penelitian pada umumya dilakukan pada populasi atau
sampel tertentu yang representatif. Proses penelitian bersifat deduktif, di
mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori
sehingga dapat dirumuskan hipotesis. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji
melalui pengumpulan data lapangan. Untuk mengumpulkan data digunakan
instrumen penelitian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara
kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga
dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Penelitian
kuantitatif pad a umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara
random, sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada
populasi di mana sampel terse but diambil.
Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian
naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah
(natural setting); disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada
awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang
antropologi budaya; disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang
terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Filsafat postpositivisme sering juga disebut sebagai paradigma
interpretif dan konstruktif, yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu
yang holistik/utuh, kompleks, dinamis, penuh makna, dan hubungan gejala
bersifat interaktif (reciprocal). Penelitian dilakukan pada obyek yang
alamiah. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya,
tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi
dinamika pada obyek tersebut. Dalam penelitian kualitatif instrumennya
adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Untuk dapat
menjadi instrumen, maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan
yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret, dan
mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna.
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap
situasi sosial yang diteliti. maka teknik pengumpulan data bersifat
triangulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara
gabunganlsimultan. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif
8

