Page 14 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 14

reliabilitas  dan obyektivitas.  Pad a umumnya  kalau  data  itu reliabel  dan
          obyektif,  maka terdapat  kecenderungan  data tersebut  akan valid.
                Data yang valid pasti reliabel  dan obyektif.  reliabel  berkenaan  derajad
          konsistensilkeajegan  data dalam interval  waktu tertentu.  Misalnya  pada hari
          pertama  wawancara,  sumber data mengatakan  bahwa jumlah  karyawan  yang
          berdemonstrasi  sebanyak  1000 orang, maka besok atau lusa pun sumber data
          tersebut  kalau ditanya  akan tetap mengatakan  bahwa jumlah  karyawan  yang
          berdemonstrasi  tetap sebanyak  1000 orang. Obyektivitas  berkenaan  dengan
          interpersonal  agreement  (kesepakatan  antar  ban yak orang).  Bila  banyak
          orang yang menyetujui  bahwa karyawan  yang berdemontrasi  sebanyak  1000
          orang,  maka  data tersebut  adalah  data yang obyektif  (obyektif  lawannya
          subyektif).
                Data yang reliabel belum tentu valid, misalnya  setiap  hari seseorang
          karyawan  perusahaan  pulang  malam  dengan  alasan  ada  rapat,  padahal
          kenyataannya  tidak  ada rapat.  Hal ini diucapkan  secara  konsisten  tetapi
          berbohong,  sehingga  data tersebut  terlihat  reliabel  (konsisten)  tetapi  tidak
          valid.  Data  yang obyektif juga belum tentu valid, misalnya  99 % dari
          sekelompok   orang  menyatakan  bahwa  si A  adalah  pencuri,  dan  1%
          menyatakan  bukan pencuri.  Padahal  yang benar, justru yang hanya 1 % yang
          menyatakan  bahwa  A adalah  bukan pencuri.  Pernyataan  kelompok  tersebut
          terlihat obyektif  (disepakati  99%) tetapi tidak valid.
                Setiap  penelitian  mempunyai  tujuan  dan kegunaan  tertentu.  Secara
          umum   tujuan  penelitian  ada tiga macam  yaitu  yang  bersifat  penemuan,
          pembuktian  dan pengembangan.   Penemuan   berarti  data  yang diperoleh
          dari penelitian  itu adalah data yang betul-betul  baru yang sebelumnya  belum
          pernah  diketahui.  Pembuktian  berarti  data yang diperoleh  itu digunakan
          untuk  membuktikan    adanya  keragu-raguan  terhadap  informasi  atau
          pengetahuan  tertentu,  dan  pengembangan  berarti  memperdalam  dan
          memperluas  pengetahuan  yang telah ada.
                Penelitian  yang bersifat  penemuan  misalnya,  menemukan  cara yang
          paling  efektif  untuk  memberantas  korupsi,  penelitian  yang  bersifat
          membuktikan   misalnya,  membuktikan  apakah  betul  bahwa  insentif  dapat
          meningkatkan  prestasi  kerja  di  unit  tertentu  atau  tidak.  Selanjutnya
          penelitian  yang bersifat  mengembangkan  misalnya,  mengembangkan  sistem
          pemberdayaan  masyarakat  yang efektif.
              Melalui  penelitian  manusia  dapat menggunakan  hasilnya.  Secara  umum
          data yang telah diperoleh  dari penelitian  dapat digunakan  untuk memahami,
          memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami    berarti memperjelas
          suatu masalah  atau informasi  yang tidak diketahui  dan selanjutnya  menjadi
          tahu, memecahkan  berarti  meminimalkan  atau menghilangkan  masalah,  dan
          mengantisipasi  berarti mengupayakan  agar masalah  tidak terjadi.




                                            3
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19