Page 87 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 87
1. Pre-Experimental Designs (nondesigns)
Dikatakan pre-experimental design, karena desain ini belum merupakan
eksperimen sungguh-sungguh. Mengapa?, karena masih terdapat variabel
luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi
hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata
dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi, karena tidak
adanya varia bel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random.
Bentuk pre-experimental designs ada beberapa macam yaitu: One-Shot
Case Study, One-Group Pretest-Posttest Design, One-Group Pretest-
Posttest Design, dan Intact-Group Comparison
a. One-Shot Case Study
Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini dapat digambarkan seperti
berikut:
x = treatment yang diberikan (variabel
x 0 independen)
0= Observasi (variabel dependen)
Paradigma itu dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok diberi
treatment/perlakuan, dan seianjutnya diobservasi hasilnya. (Treatment
adalah sebagai variabel independen, dan hasil adalah sebagai variabel
dependen).
Contoh:
Pengaruh alat kerja baru diklat (X) terhadap produktivitas kerja
karyawan (0).
Terdapat kelompok pegawai yang menggunakan alat kerja baru kemudian
setelah bulan diukur produktivitas kerjanya. Pengaruh alat kerja haru
terhadap produktivitas kerja diukur dengan membandingkan produktivitas
sebelum menggunakan alat baru dengan produktivitas setelah menggunakan
alat baru (misalnya selalu menggunakan alat baru produktivitasnya ISO/jam
dan setelah menggunakan alat baru produktivitasnya SOO/jam. Jadi pengaruh
alat baru adalah 500 - 150 = 350/jam.
h. One-Group Pretest-Posttest Design
Kalau pada desain no. a, tidak ada pretest, maka pada desain ini terdapat
pretest, sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat
diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan
sebelum diberi perlakuan. Desain ini dapat digambarkan seperti berikut:
74

