Page 175 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 175
TABELS.4
HUBUNGAN ANTARA KEPUTUSAN MENOLAK
ATAU MENERIMA HIPOTESIS
Keadaan sebenarnya
Keputusan
Hipotesis benar Hipotesis salah
Tidak membuat
Terima hipotesis Kesalahan Tipe II (~)
kesalahan
Menolak Tidak membuat
hipotesis Kesalahan tipe I (a) kesalahan
Dari tabel tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Keputusan menerima hipotesis nol yang benar, berarti tidak membuat
kesalahan.
b. Keputusan menerima hipotesis nol yang salah, berarti terjadi
kesalahan tipe II. (13)
c. Membuat keputusan menolak hipotesis nol yang benar, berarti terjadi
kesalahan tipe I. (a)
d. Keputusan menolak hipotesis nol yang salah, berarti tidak membuat
kesalahan.
BUa nilai statistik (data sampel) yang diperoleh dari hasil pengumpulan
data sama dengan nilai parameter populasi atau masili berada pada nilai
interval parameter populasi, maka hipotesis yang dirumuskan 100%
diterima. Jadi tidak terdapat kesalahan. Tetapi bila niJai statistik di luar nilai
parameter popuJasi akan terdapat kesalahan. Kesalahan ini semakin besar
bila nilai statistik jauh dari nilai parameter populasi.
Tingkat kesalahan ini selanjutnya dinamakan level of significant atau
tingkat signifikansi. Dalam prakteknya tingkat signifikansi telah ditetapkan
oleh peneliti terlebih dahulu sebelum hipotesis diuji. Biasanya tingkat
signifikansi (tingkat kesalahan) yang diambil adalah 1% dan 5%. Suatu
hipotesis terbukti dengan mempunyai kesalahan 1% berarti bila penelitian
dilakukan pada 100 sampel yang diambil dari populasi yang sama, maka
akan terdapat satu kesimpulan salah yang diberlakukan untuk populasi. (data
dari satu sampel tersebut tidak dapat diberlakukan ke populasi di mana
sampel tersebut diambil)
Dalam pengujian hipotesis kebanyakan digunakan kesalahan tipe I yaitu
berapa persen kesalahan untuk menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (yang
seharusnya diterima).
162

