Page 173 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 173
Pengertian hipotesis terse but adalah untuk hipotesis penelitian. Sedangkan
secara statistik hipotesis diartikan sebagai pemyataan mengenai keadaan
populasi (parameter) yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang
diperoleh dari sampeJ penelitian (statistik). Jadi maksudnya adalah taksiran
keadaan populasi melalui data sampel. Oleh karena itu dalam statistik yang
diuji adalah hipotesis DOl. "The null hypothesis is used for testing. It is
statement that no different exists between the parameter and statistic being
compared" (Emory, 1985). Jadi hipotesis nol adalah pernyataan tidak
adanya perbedaan antara parameter dengan statistik (data sampel). Lawan
dari hipotesis nol adalah hipotesis alternatif, yang menyatakan ada
perbedaan antara parameter dan statistik. Hipotesis nol diberi notasi Ho,
dan hipotesis alternatif diberi notasi Ha.
1. Taraf Kesalahan
Seperti telah dikemukakan, pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah
menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Terdapat dua cara
menaksir yaitu, a point estimate dan interval estimate. A point estimate (titik
taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai dad
rata-rata data sampel. Sedangkan interval estimate (taksiran interval) adalah
suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval rata-rata data
sampel;
Saya berhipotesis (menaksir) bahwa daya tahan kerja orang
Indonesia itu 10 jam/hari. Hipotesis ini disebut point estimate, karena daya
tahan kerja orang Indonesia ditaksir melalui satu nilai yaitu 10 jam/had. Bila
hipotesisnya berbunyi day a tahan kerja orang Indonesia antara 8 sampai
dengan 12 jam/had, maka hal ini disebut interval estimate. Nilai intervalnya
adalah 8 sampai dengan 12 jam.
Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point
estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan yang menggunakan interval estimate. Menaksir daya tahan kerja
orang Indonesia 10 jam/had akan mempunyai kesalahan yang lebih besar
bila dibandingkan dengan nilai taksiran antara 8 sampai dengan 12 jam.
Makin besar interval taksirannya maka akan semakin kecil kesalahannya.
Menaksir daya tahan kerja orang Indonesia 6 sampai 14 jam/had akan
mempunyai kesalahan yang lebih keeil bila dibandingkan dengan interval
taksiran 8 sampai 12 jam. Untuk selanjutnya kesalahan taksiran ini
dinyatakan dalam peluang yang berbentuk prosentase. Menaksir daya tahan
kerja orang Indonesia dengan interval antara 6 sampai dengan 14 jam/hari
akan mempunyai prosentase kesalahan yang lebih kecil bila digunakan
interval taksiran 8 sampai dengan 12 jam/had. Biasanya dalam penelitian
kesalahan taksiran ditetapkan terlebih dulu, yang digunakan adalah 5% dan
1%. Daerah taksiran dan kesalahannya dapat digambarkan seperti gambar
8.2 berikut.
160

