Page 305 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 305
untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab
melalui pengumpulan data. Dengan demikian kalau rumusan masalahnya
adalah "Bagaimanakah pemahaman orang-orang yang ada dalam organisasi
itu ten tang arti dan makna manajemen", maka tujuan penelitiannya adalah
untuk mengetahui pemahaman orang-orang yang ada dalam organisasi itu
tentang arti dan makna manajemen.
E. Manfaat penelitian
Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat. Manfaat tersebut bisa
bersifat teoritis, dan praktis. Untuk penelitian kualitatif, manfaat penelitian
lebih bersifat teoritis, yaitu untuk pengembangan ilmu, namun juga tidak
menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. Bila peneliti
kualitatif dapat menemukan teori, maka akan berguna untuk menjelaskan,
memprediksikan, dan mengendalikan suatu gejala,
II. STUDI KEPUSTAKAAN
Studi kepustakaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang
terkait dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial
yang diteliti.
Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai
landasan dalam penelitian, yaitu relevansi, kemutakhiran, dan keaslian.
Relevansi berarti teori yang dikemukakan sesuai dengan permasalahan yang
diteliti. Kalau yang diteliti masalah kepemimpinan, maka teori yang
dikemukakan berkenaan dengan kepemimpinan, bukan teori sikap atau
motivasi. Kemutakhiran berarti terkait dengan kebaruan teori atau referensi
yang digunakan. Pada umumnya referensi yang sudah lebih dari lima tahun
diterbitkan dianggap kurang mutakhir. Penggunaan Journal atau internet
sebagai sebagai referensi untuk mengemukakan landasan teori lebih
diutamakan. Keaslian terkait dengan keaslian sumber, maksudnya supaya
peneliti menggunakan sumber aslinya dalam mengemukakan teori. Jangan
sampai peneliti mengutip dari kutipan orang lain, dan sebaiknya dicari
sumber aslinya.
Berapa teori yang dikemukakan dalam proposal, akan sangat
tergantung pada fokus penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Makin
banyak fokus penelitian yang ditetapkan maka akan semakin banyak teori
yang perlu dikemukakan.
Dengan dikemukakan landasan teori dan nilai-nilai budaya yang ada
pada konteks sosial yang diteliti, maka hal ini merupakan indikator bagi
peneliti, apakah peneliti memiliki wawasan yang luas atau tidak terhadap
situasi sosial yang diteliti. Validasi awal bagi peneliti kualitatif adalah
seberapa jauh kemampuan peneliti mendeskripsikan teori-teori yang terkait
dengan bidang dan konteks sosial yang diteliti.
291

