Page 220 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 220
B. Fokus Penelitian
Salah satu asumsi tentang gejala dalam penelitian kuantitatif adalah bahwa
gejala dari suatu obyek itu sifatnya tunggal dan parsial. Dengan demikian
berdasarkan gejala tersebut peneliti kuantitatif dapat menentukan variabel-
variabel yang akan diteliti. Dalam pandangan penelitian kualitatif, gejala itu
bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan), sehingga
peneliti kualitatif tidak akan menetapkan penelitannya hanya berdasarkan
variabel penelitian, tetapi keseluruhan situasi sosial yang diteliti yang
meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor) dan aktivitas (activity) yang
berinteraksi secara sinergis.
Karena terlalu luasnya masalah, maka dalam penelitian kuantitatif,
peneliti akan membatasi penelitian dalam satu atau Iebih variabel. Dengan
demikian dalam penelitian kuantitatif ada yang disebut batasan masalah.
Batasan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan fokus, yang
berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. Batasan masalah dan fokus
dapat digambarkan seperti gambar 10.1 a dan 10.1 b berikut.
Obyek penelitian
12 variabel
A B C D E F
G F G H 1 J
~a
Dibatasi menjadi dua
vill·j;Jhp.l A rlan F.
IAIEI
Gambar 1O.la. Penelitian kuantitatif, membuat Pembatasan
masalah
Pembatasan dalam penelitian kuantitatif lebih didasarkan pada tingkat
kepentingan, urgensi dan feasebilitas masalah yang akan dipecahkan, selain
juga faktor keterbatasan tenaga, dana dan waktu. Suatu masalah dikatakan
penting apabila masalah tersebut tidak dipecahkan melalui penelitian, maka
akan semakin menimbulkan masalah baru. Masalah dikatakan urgen
(mendesak) apabila masalah tersebut tidak segera dipecahkan melalui
penelitian, maka akan semakin kehilangan berbagai kesempatan untuk
mengatasi. Masalah dikatakan feasible apabila terdapat berbagai sumber
daya untuk memecahkan masalah tersebut. Untuk menilai masalah tersebut
penting, urgen, dan feasible, maka perJu dilakukan melalui analisis masalah.
207

