Page 212 - Ebook Penelitian Pendidikan
P. 212

Selanjutnya  t hitung  tersebut  dibandingkan  dengan  t tabel  (Tabel  IT
         lampiran) dengan dk = nl + n2 - 2 = 30 + 14 - 2 = 42. Dengan dk 42 dan
         taraf kesalahan  5%, maka t tabel = 2,0189 (uji dua pihak dan dengan
         interpolasi). Dalam hal ini berlaku ketentuan bahwa, bila t hitung lebih kecil
         atau sarna dengan t tabel, maka Ho diterima. Temyata t hitung lebih kecil
         daripada t tabel (-0,085 < 2,0189). Dengan demikian ho diterima dan Ha
         ditolak. Kesimpulannya  tidak terdapat perbedaan  yang signifikan,  antara
         gaya kepemimpinan  pejabat eselon kelompok pria dan wanita. Pengujian
         hipotesis komparatif dua sampel untuk no. 2 dan 3 dapat dilakukan dengan
         cara seperti di atas.
         2) Pengujian Hipotesis Kornparatif tiga sarnpel secara bersama-
             sarna, hipotesisnya berbunyi:
             Terdapat perbedaan  gaya kepemimpinan  antara pimpinan  eselon II,
             III dan IV. (Pengujian dengan analisis varian)
         Sampelnya  adalah pimpinan  eselon II, III, dan IV. Berdasarkan  hasil
         penelitian, data gaya kepemimpinan Eselon II, III, dan IV ditunjukkan pada
         tabel 9.14 berikut.
                                                  I
              Analisis varian dapat digunakan apabila varian ke tiga kelompok data
         tersebut homogen. Oleh karena itu sebelum Analisis Varian digunakan untuk
         pengujian  hipotesis, maka perlu dilakukan pengujian  homogenitas  varian
         terlebih dahulu dengan uji F dengan rumus seperti berikut.
                 F= Varian terbesar
                     Varian terkecil
         Berdasarkan data yang ada pada tabel 9.14 temyata varian (S2)yang terbesar
         = 69,79 dan terkecil 29,69 jadi:
                F = Varian terbesar = 69,79 = 2 351
                     Varian terkecil  29,69    '
         harga F hitung tersebut selanjutnya  dibandingkan  dengan harga F tabel
         dengan dk pembilang n,,-1 dan dk penyebut nc-1. Jadi dk pembilang = 10-1 =
         9, dan dk penyebut = 20-1 = 19. Dengan dk pembilang 9 dan dk penyebut
         19, berdasar tabel F (Tabel XII lampiran), maka harga F tabel = 2,43 (tingkat
         kesalahan 5%), dan untuk tingkat kesalahan 1% harga F tabel = 3,52.
              Temyata harga F hitung lebih kecil dari F tabel untuk kesalahan 5%
         dan 1% (F, < FI (5%) <  FI (1%»). Maka data yang akan dianalisis homogen
         untuk tingkat kesalahan  1% maupun 5%. (Bila F hitung lebih besar dari
         tabel, maka varian tidak homogen).
         Selanjutnya untuk perhitungan Anova dapat dilakukan dengan menggunakan
         tabel penolong seperti ditunjukkan pada Tabel 9.15.



                                         199
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217